JawaPos Radar

Aduh, Pemadaman Listrik di Tarakan Berlangsung Sebulan

31/03/2016, 09:20 WIB | Editor: Imam Solehudin
Aduh, Pemadaman Listrik di Tarakan Berlangsung Sebulan
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tersendatnya suplai listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Idec Abadi Wood Industries berdampak besar terhadap pasokan listrik di kawasan Tarakan, Kalimantan Utara. 

PT Pelayanan ListriK Nasional (PLN) memastikan bakal memperpanjang masa pemadaman bergilir di Tarakan. Itu lantaran daya listrik yang dibutukan masih belum mencukupi.    

Dari daya listrik 40 megawatt (mw) pada beban puncak, PLN Tarakan harus kehilangan 5 mw lantaran rusaknya PLTU milik PT Idec Abadi Wood Industries. 

Akibatnya, daya listrik dari perusahaan kayu itu terhenti total hingga sebulan ke depan. Sebelumnya sejak Senin lalu, PLN telah memberlakukan pemadaman bergilir.

''Beban puncak kami sekarang sudah 40 mw. Mesin-mesin pembangkit milik PLN kami optimalkan semua. Kami juga sedang mengajukan tambahan sewa mesin,'' kata Direktur Utama PLN Tarakan Rahimuddin. 

Karena tidak ada pasokan listrik dari Idec, PLN Tarakan saat ini hanya mampu menyediakan pasokan listrik sebesar 31 mw.

Meski, sebenarnya PLN memiliki mesin gas 12 mw (2 x 6 mw) di Binalatung yang tidak dioperasikan karena tidak ada gas dari PT Manhattan Kalimantan Investment (MKI).

''Kalau MKI sudah ada gasnya, tidak akan ada pemadaman listrik lagi. Tapi, sampai saat ini, tidak ada gas dari MKI,'' ungkapnya.

Selain itu, PLN Tarakan saat ini kehilangan daya hingga 9 mw (gas fluktuatif). Dari 9 mw itu, pengurangan daya ke masyarakat sekitar 3 mw dan industri (bisnis) 6 mw.

Pemadaman bergilir akan dilakukan PLN di waktu beban puncak (WBP) pukul 18.00 sampai pukul 22.00 Wita. ''Pemadaman terpaksa kami lakukan.

Kalau tidak mau pemadaman, tolong lakukan penghematan listrik. Kurangi pemakaian bersama-sama. Paling tidak seperempat dari pemakaian normal sehari-hari,'' imbau Rahimuddin.

PLN Tarakan berharap masyarakat melakukan penghematan listrik besar-besaran di tempat masing-masing. Jika penghematan dilakukan, terutama pada waktu beban puncak, durasi dan intensitas pemadaman dapat dikurangi.

''Kalau beban menurun, daya listrik bisa kami masukkan lagi. Untuk itu, kami berharap masyarakat melakukan penghematan di rumah masing-masing,'' tuturna.

Meski demikian, berbagai cara tetap akan dilakukan PLN Tarakan untuk menambah daya. Di antaranya, meminta penambahan gas dari PT 

Pertamina Field Bunyu. ''Kami sudah minta sampai ke SKK Migas. Namun, kontrak dan gas yang tersedia memang segitu,'' kata Rahimuddin. (ddq/eru/ash/mam/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up