alexametrics

Status Penjual Sate Babi di Padang Belum Tersangka

31 Januari 2019, 16:41:56 WIB

JawaPos.com – Pemilik sate KMSB Simpang Haru, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang digerebek karena diduga menjual daging babi, telah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Padang. Namun, sampai kini, status pedagang sate maupun pemasok daging babi belum menjadi tersangka.

Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Himawan mengatakan, pihaknya baru menerima pelimpahan resmi kasus ini dari Dinas Perdagangan Kota Padang pada Rabu (30/1) pagi.

“Kita masih dalam proses pemeriksaan, terutama pemeriksaan (keterangan) terhadap tim gabungan dan orang-orang yang diamankan (pedagang sate dan penjual daging babi). Baru 4 orang yang menjalani pemeriksaan,” kata Kombes Yulmar pada wartawan, Kamis (31/1).

Kapolresta Padang menyebutkan, proses pengungkapan kasus cukup panjang. Semua akan terang dan terungkap setelah saksi-saksi dan terduga yang diamankan diperiksa.

“Semua (pedagang sate dan penjual daging babi) diperiksa. Saya belum bisa menyimpulkan ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal sebagai wakil tim gabungan yang menggerebek gerobak sate itu itu telah membuat laporan polisi yang ditujukan kepada pedagang sate KMSB Simpang Haru (Bustomi dan Evi) pada Rabu (30/1).

“Yang diterangkan di dalam pengaduan (laporan) itu adalah apa yang dilakukan pada hari Selasa kemarin (penindakan). Untuk pemasok daging babi, nanti kami lihat perkembangannya, yang dilaporkan baru pedagang sate saja,” kata Endrizal.

Sebelumnya, tim gabungan menggeledah sate gerobak merek KMSB di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label.

Penggeladahan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (29/1) itu dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM dan Satpol PP Padang.

Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Novita Latima mengatakan, informasi penggunaan daging babi oleh sate KMS di Simpang Haru ini berawal dari laporan masyarakat. Lalu, mengecek kebenaran tersebut, petugas membeli sampel daging sate. Untuk pengecekan labor, petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh.

Hasil pemeriksaan terbukti, jika daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat Islam. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya beragama Islam.

“Pedagang tidak menerapkan (mencantumkan) bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindaklanjutnya akan dilakukan tim dari Dinas Perdagangan,” katanya. 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Riki Chandra


Close Ads
Status Penjual Sate Babi di Padang Belum Tersangka