JawaPos Radar | Iklan Jitu

Finalis Indonesian Idol 2018 Meriahkan Acara Nobar Gerhana Bulan

31 Januari 2018, 22:17:28 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jauharotul Khoiriyyah
Finalis Indonesian Idol 2018 Jauharotul Khoiriyyah usai menghibur pengunjung di Gedung Siola, Surabaya, Rabu (31/1). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Fenomena gerhana bulan kali ini benar-benar spesial. Kejadiannya 152 tahun sekali. Karena bertepatan dengan supermoon, bluemoon, dan bloodmoon. Kesempatan tersebut tentu dimanfaatkan semua orang. 

Termasuk finalis Indonesian Idol 2018 Jauharotul Khoiriyyah. Dia menyempatkan diri hadir di acara observasi gerhana bulan di rooftop gedung Siola. Dia mengaku baru pertama kali melihat fenoma alam tersebut. 

Penyanyi muda yang sempat membuat Bunga Citra Lestari menangis itu juga terkesan dan shock dengan pengunjung gedung Siola yang didominasi siswa sekolah. Menurutnya, pelajar zaman now sangat peduli dengan fenomena alam yang terjadi. 

Apalagi, mereka yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Astronomy Surabaya dapat mengembangkan diri ke arah yang lebih baik. Selain itu, Jauharotul mengaku kedatangannya sebagai anak muda harus ikut berkontribusi untuk kota Surabaya. 

"Aku appreciate sebagai arek-arek Suroboyo yang ikut berkontribusi di dalamnya," kata Jauharotul usai menghibur pengunjung dengan lagu berjudul Sampai Jadi Debu, Rabu (31/1). 

Ditanya soal karir, Jauharotul mengaku akan tetap fokus di dunia tarik suara. Dia mengatakan akan merilis sejumlah single dan beberapa lagu cover yang akan diunggah di youtube

Tak hanya artis. Event nonton gerhana bulan bareng di rooftop gedung Siola juga diramaikan sejumlah pengunjung dengan peralatan tak lazim.

Salah satunya, Ketua II Himpunan Pelajar Astronomi Surabaya Mochamad Rizky Pradana. Dia menikmati gerhana bulan total menggunakan teleskop cahaya berbahan pipa paralon. Siswa SMAN 6 Surabaya itu membuat teleskop paralon sejak tiga tahun lalu. Proses pembuatannya memakan waktu hampir satu bulan. 

Dia memanfaatkan sejumlah bahan baku yang dipakai. Antara lain, lensa yang diambil dari mesin fotokopi dan CCTV, tombol putar untuk fokus dari mainan dan sebuah pipa paralon. Panjang total teleskopnya sekira 50 cm. "Awalnya saya dapat pipa paralon utuh. Terus, saya potong jadi beberapa bagian. Lalu saya sambung," kata Rizky. 

Sebelum disambung, dia memasang dua lensa. Katanya, kedua lensa itu dibutuhkan untuk sisi objektif (lensa depan yang menghadap objek) dan lensa okuler (lensa untuk melihat). Dia juga memotog pipa paralon berdiameter lebih kecil untuk lubang bidiknya. 

Tak cukup dengan lensa. Dia juga melengkapi teleskopnya dengan busur, tali sepanjang 10 cm dan pemberat. Busur tersebut dipasang untuk menyesuaikan ketinggian objek. Katanya, observasi menggunakan teleskop, ukurannya berdasarkan derajat ketinggian. 

Cara kerjanya, mirip mikroskop. Hanya, lanjutnya, tampilan objek yang dilihat mata akan tampak terbalik. Selain itu, teleskopnya mampu memperbesar benda yang jauh.

(HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up