JawaPos Radar

Kurangi Penggunaan Narkoba, BNN Keluarkan Buku Pelajaran Khusus

30/12/2017, 18:13 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
BNN
ILUSTRASI (dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang bakal mengeluarkan bahan ajar untuk anak-anak di jenjang sekolah dasar hingga menengah pada 2018 mendatang. Bahan ajar berupa buku pelajaran itu, nantinya akan dipergunkan sebagai media untuk mengurangi jumlah penggunaan obat-obatan terlarang di usia pelajar.

Penguatan dalam bidang pencegahan ini juga merupakan salah satu usaha membentuk masyarakat yang memiliki ketahanan dan kekebalan (imun) terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika. Salah satu contohnya yakni dengan memasukkan pendidikan bahaya narkoba ke dalam kurikulum di sekolah.

Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Malang jika nantinya kurikulum tersebut bisa dijadikan kurikulum terintegrasi. Dia menerangkan, kurikulum itu bisa bisa dimasukkan pada jam-jam tertentu. 

"Ambil jam-jam khusus, seperti pelajaran olahraga bisa masuk untuk berikan edukasi. Dari sisi agama dengan masuk di pelajaran agama," ujarnya, Sabtu (30/12).

Dia menerangkan, buku pelajaran tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai cara untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar.

Bambang menegaskan, penggunaan obat-obatan di Malang cenderung mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya,yakni sebesar 15-20 persen. Ironisnya, pengguna didominasi oleh kalangan pelajar. Paling banyak yakni penggunaan psikotropika.

"Kalau psikotropika seperti pil koplo jenis double L, sementara banyak dipakai kalangan pelajar mulai tingkat SD hingga SMP," lanjutnya.

Dia menerangkan, hal itu sebagai alternatif bagi pelajar karena tidak mampu beli jenis narkotika, akhirnya ambil yang jenis psikotropika dengan harga yang hanya dibanderol Rp 10 ribu.

Tahun ini, BNN Kota Malang telah melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara tatap muka kepada 33.373 pelajar atau mahasiswa. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menyampaikan, pihaknya memang sudah lama bekerja sama dengan BNN Kota Malang. "Kalau buku, nanti akan dikonsultasikan terlebih dahulu," kata dia.

Menurutnya, untuk memasukkan kurikulum itu tidak mudah. "Bikin terus masuk kan tidak, kan harus dipelajari terlebih dahulu, karena bukunya belum disampaikan ke saya," jelasnya.

Namun Zubaidah tidak menampik adanya wacana tersebut. "Memang sudah ada pembicaraan sebelumnya. Untuk buku ini memang iya, tapi perlu dipelajari terlebih dahulu," terangnya.

Saat ini, buku tersebut masih dalam pembicaraan. Rencananya, buku tersebut akan diperuntukkan bagi siswa mulai jenjang SD hingga SMP.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up