alexametrics

Danrem 172/PWY Tegaskan TNI Kuasai Suru-suru

30 November 2021, 15:03:35 WIB

JawaPos.com–Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menegaskan, TNI saat ini sudah menguasai Suru-suru. Sebelumnya terjadi penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata (KSB).

Izak menjelaskan, kondisi di kawasan itu sudah terkendali. Saat ini sudah ditempatkan 70 prajurit di Suru-suru termasuk prajurit tempur.

”Prajurit siap mengamankan wilayah itu dari gangguan KSB,” kata Izak Pangemanan seperti dilansir dari Antara.

Dia menambahkan, prajurit TNI tidak bisa bertindak lebih jauh karena KSB berlindung di tengah masyarakat di sekitar tiga pulau.

Penembakan dilakukan KSB dari seberang sungai sehingga yang dilakukan prajurit melindungi warga yang masih bertahan di Suru-suru. Sebagian besar warga sudah mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman dan tidak berada di pinggir sungai.

Izak menyatakan, Senin (29/11), sempat terjadi kontak tembak saat penambahan pasukan hingga menyebabkan satu prajurit terluka. ”Dipastikan keamanan saat ini sudah dikuasai dan anggota diminta senantiasa siaga,” tutur dia.

Ketika ditanya tentang warga yang mengungsi, Danrem 172 mengakui, itu dilakukan warga yang rumahnya di pinggir sungai. Sebab, KSB menembaki dari seberang sungai.

”Masyarakat yang rumahnya di pinggir sungai mencari tempat yang aman hingga berlindung di dalam hutan,” terang Izak Pangemanan.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Papua Komisaris Besar Polisi Faizal Rahmadani mengatakan, Temianus Magayang dan almarhum Senat Soll merupakan duo anggota kelompok bersenjata yang kerap melancarkan kekerasan di sekitar Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. Sejak 2020, mereka sering melakukan aksi kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil.

”Ini terungkap dari keterangan Senat Soll yang ditangkap pada 1 September di Dekai dan meninggal di RS Bhayangkara Jayapura pada 26 September,” kata Faizal Rahmadani.

Dia menyatakan, Magayang sebenarnya kepala Kampung Sesepne, Distrik Kelamdua. Dalam struktur kelompok bersenjata Yahukimo, dia adalah komandan Operasi Kodap 16 Kali Bele.

Saat ditangkap, Magayang membawa senjata api rakitan dan peluru. Dia sempat melawan sehingga petugas terpaksa menembaknya. Magayang masih dirawat di RS Bhayangkara.

”Dia merupakan anggota kelompok bersenjata Yahukimo bersama almarhum Soll dan Erik Pahabol, di bawah Panglima Kodap 16, Elkius Kobak, yang terkait dengan kelompok bersenjata Nduga. Yakni Wendanak dan Tendius Gwijangge, yang selama dua tahun terakhir mengganggu keamanan di Kabupaten Yahukimo,” papar Faizal.

Menurut Faizal Rahmadani, ada empat laporan polisi yang disangkakan kepada Gwijangge, termasuk keterlibatannya dalam pembunuhan staf KPU Yahukimo, Hendrik Jovinski, pada 11 Agustus 2020.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads