alexametrics

Kasus Remaja yang Menginjak Alquran Kedepankan UU Perlindungan Anak

30 November 2018, 16:46:22 WIB

JawaPos.com – Remaja laki-laki berinisial AAR, 17, dan remaja perempuan berinisial TL, 17, resmi ditahan polisi. Dua tersangka kasus dugaan penistaan agama dan kitab suci itu akan menjalani pemeriksan intensif di Polres Belawan.

Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, penanganan keduanya akan mengedepankan Undang-Undang perlindungan anak. Hal itu dilakukan, mengingat keduanya masih berusia 17 tahun.

“Tetap Undang-Undang Perlindungan anak. Tapi ancaman pidananya pakai KUHPidana. Untuk perilaku anak keputusan hakim dikurangi sepertiga,” kata Jerico saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (30/11).

Kasus ini pertama kali mencuat ketika beberapa masyarkat membuat laporan ke Polres Belawan. AAR diduga menginjak Alquran dan surat Yasin. Itu dilakukannya karena permintaan pacarnya TL.

Dia menginjak Alquran sebagai bentuk sumpah agar tetap setia dan tidak berpaling dari TL. Namun belakangan, AAR memutuskan hubungan dengan TL. Sehingga foto AAR menginjak Alquran diunggah ke media sosial dan menuai polemik.

“Laporan dari masyarakat langsung kita tindak lanjuti. Kita memberikan penjelasan kepada orangtua tersangka, lebih baik mereka diamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Menurut penuturan orang tua, AAR sudah sering dinasihati. Namun sang anak tetap tidak mendengarkan nasehat orang tuanya. Alhasil kenakalannya membawa remaja laki-laki itu ke balik jeruji. Kini, keduanya ditahan di Mapolres Belawan. Namun mereka ditempatkan di dalam sel khusus anak.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)

Kasus Remaja yang Menginjak Alquran Kedepankan UU Perlindungan Anak