JawaPos Radar

Sadis! Pacar Kalap Pakai Tangan, Bagian Vital Milik Pacar Sampai Robek

30/11/2017, 16:56 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Sadis! Pacar Kalap Pakai Tangan, Bagian Vital Milik Pacar Sampai Robek
Ilustrasi kekerasan (doc Jawa Pos.com)
Share this

JawaPos.com - Nasib tragis menimpa seorang perempuan berinisial DW (20). Gadis ini terpaksa dilarikan anggota Polsek Sorong Barat ke RSUD Sele Be Solu Kota Sorong untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut akibat mengalami luka di sekujur tubuhnya serta robek pada (maaf) alat vitalnya.

Sebelumnya, ia mengalami percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri berinisial IR (33) pada Selasa (29/11) pukul 05.00 WIT.

Korban yang dalam kondisi lemas tak berdaya, pertama kali ditemukan oleh warga Jalan Sorong-Makbon Kabupaten Sorong, setelah lolos dari sergapan pelaku yang diduga ingin membunuhnya. Kepada anggota polisi, korban mengaku telah diancam dan dipukul lalu diperkosa oleh pacarnya akibat sang pacar terbakar cemburu.

Parahnya lagi, sang pacar melakukan tindak kekerasan seksual dengan memasukan kelima jarinya ke (maaf) alat vital korban dan memutar-mutar jarinya hingga alat vital korban mengalami sobek sehingga terpaksa dijahit tujuh jahitan.

Kapolsek Sorong Barat AKP Junaidi Weken yang dikonfirmasi Radar Sorong (Jawa Pos Group) membenarkan kejadian tersebut. Pelaku percobaan pembunuhan berinisial IR telah diamankan dan sudah dijebloskan ke sel tahanan Polsek Sorong Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kejadian ini benar adanya, pelaku juga anggota sudah tangkap,” kata Kapolsek Sorbar yang ditemui Radar Sorong di ruang kerjanya, Rabu (29/11).

Dikatakan, kejadian pertama kali diketahui oleh warga Jalan Makbon Kabupaten Sorong yang saat itu mendapati korban dalam kondisi lemas tak berdaya, setelah korban berhasil kabur dari pelaku yang diduga ingin membunuhnya.

Kapolsek membeberkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kronologis kejadian berawal pada Senin (27/11). Saat itu sekitar pukul 09.00 WIT, korban bersama tantenya menggunakan mobil, mencari pamannya (suami tantenya) yang tak kunjung pulang, di seputaran Tembok Berlin Kota Sorong.

Saat korban dan tantenya melewati bundaran depan Tembol Berlin dekat Batanta Hotel, pelaku yang saat itu juga berada di seputaran bundaran, melihat korban bersama tantenya di mobil yang ditumpanginya. Pelaku langsung memberhentikan mobil yang dinaiki korban dan memaksa korban ikut bersamanya.

“Dulunya pelaku dan korban ini tinggal satu rumah, tapi mereka pisah kurang lebih dua bulan karena ada masalah,” jelas Junaidi.

Dipaksa mengikuti pelaku, korban pun mengiyakan karena pelaku merayu dengan alasan anak hasil hubungan mereka berdua. Setelah mengikuti pelaku, korban kemudian diajak keliling Kota Sorong menggunakan motor pelaku. Sekitar pukul 22.00 WIT di hari yang sama, pelaku mengajak korban untuk kencan di belakang Hotel Belagri, tepatnya di salah satu bangunan yang dalam kondisi setengah fondasi dan dipenuhi rerumputan.

“Saat mereka tiba di TKP belakang Belagri Hotel, pelaku bertanya kepada korban apakah selama ini (saat pisah) pernah berhubangan badan dengan orang lain. Korban mengaku bahwa sudah pernah sebanyak 3 kali,” tutur Junaidi.

Junaidi melanjutkan, sakit hati atas jawaban korban, pelaku emosi kemudian menendang dan memukuli korban. Pelaku menilai jawaban korban terlalu melecehkannya, kemudian ia menyuruh korban untuk (maaf) telanjang dengan membuka seluruh pakaian korban, namun korban tidak mau. “Pelaku sakit hati atas jawaban yang korban diberikan korban saat pelaku tanya begitu,” katanya.

Permintaannya tak diindahkan, pelaku kemudian melakukan pemaksaan. Korban yang kalah tenaga, tak berdaya melawan. Pelaku akhirnya memperkosa korban. “Pelaku langsung menindih korban dari belakang kemudian dari depan. Setelah puas menindih korban, aksi bejat pelaku berlanjut. Pelaku kemudian memasukan kelima jarinya ke kemaluan korban lalu memutarnya hingga mengeluarkan darah,” beber Junaidi.

Usai disiksa, korban yang meringis kesakitan meminta pelaku mengantarnya ke RSUD untuk mendapatkan perawanan medis. Bukannya membawa korban berobat ke RSUD, pelaku yang dalam kondisi emosi kemudian membawa korban ke rumah pelaku yang terletak di wilayah distrik Sorong Manoi untuk mengambil senjata tajam (parang).

“Setelah menyiksa korban, pelaku kemudian membawa korban ke rumah pelaku untuk mengambil parang, guna mengancam korban untuk tidak menceritakan hal yang terjadi kepada siapa-siapa,” jelas Kapolsek.

Dari rumah pelaku lanjut Junaidi, pelaku kemudian membawa korban menuju daerah Makbon Kabupaten Sorong. Sesampainya di Makbon tepatnya sekitar kali Warsamson, pelaku kemudian mengacungkan parang ke leher korban dan mengatakan ingin membunuhnya.

Korban yang merasa dalam bahaya karena diancam pelaku, berusaha mencari cara untuk meloloskan diri dari penguasaan pelaku. Di suatu kesempatan saat pelaku lengah karena tengah beristirahat untuk buang air kecil, korban nekat lompat ke jurang.

Berhasil lolos dari penguasaan pelaku, korban kemudian mencari warga sekitar untuk meminta pertolongan. Setelah satu jam lebih mencari warga sekitar, korban akhirnya mendapatkan pertolongan warga. Korban akhirnya diantar warga dan anggota polisi, ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setelah mendapatkan informasi dan keterangan korban, anggota Polsek Sorong Barat bergerak melacak keberadaan pelaku yang akhirnya berhasil diringkus di kediaman pelaku di wilayah Distrik Sorong Manoi.

Pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan Polsek Sorong Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sele Be Solu Sorong.

(sad/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up