alexametrics

Dikenal Santun, Cici Jadi Korban JT-610

30 Oktober 2018, 02:01:00 WIB

JawaPos.com – Kabar duka datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu alumni kampus berjuluk kampus putih itu merupakan penumpang Lion Air JT 610, Nurul Rezkianti (Cici).

JawaPos.com mengetahui kabar duka ini dari salah satu alumni UMM. Dalam postingan di WhatsApp story-nya, tertulis ‘Adikku yang satu ini lembut dan santun tutur katanya, cerdas dan tulus. Ya Allah selamatkan dan lindungilah. Masa depan yang cerah masih menantikannya. Adikku @nurulrezkia yang kuat ya sayang. Doa kami bersama Cici‘. 

JawaPos.com mencoba menginformasikan kabar ini. Ternyata benar, Nurul merupakan alumni UMM. Gadis asal Pangkal Pinang itu merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris angkatan 2013. “Dia baru lulus dan wisuda November 2017,” kata Sekretaris Humas dan Protokoler UMM, Mohamad Isnaini kepada JawaPos.com, Senin (29/10) malam.

Pesawat Lion Air Jatuh
INFOGRAFIS: Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Laki-laki yang akrab disapa Krisna itu menjelaskan, kabar musibah ini didapatkan oleh pihak UMM dari alumni atau teman seangkatan Cici. Begitu mendapatkan kabar, pihak UMM segera mencari kebenarannya. Terbaru, kampus menerima informasi bahwa jenazah yang diduga milik Cici sudah ditemukan. Lantas dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke RS Kramat Jati.

Meski sudah mendapatkan informasi soal alumninya yang turut meninggal dunia, namun UMM memilih untuk menunggu rilis resmi dari pihak terkait. “Kami menunggu rilis, tapi langkah preventif dengan mencari informasi,” kata Krisna.

Disampaikan Krisna, Cici dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Dia juga merupakan anggota AIESEC UMM. “Anaknya aktif organisasi. Kami dari UMM menyampaikan duka yang mendalam. Doa terbaik untuk keluarga dan para korban,” tandas Krisna.

Sementara itu, Anja Arowana, Presiden AIESEC UMM tahun 2013 menjelaskan, rekannya itu terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang untuk urusan organisasi. Magister pendidikan UMM itu menjelaskan, tugas yang diemban adalah misi sosial dan kemasyarakatan.

Tidak hanya Cici, ada dua orang anggota AIESEC yang juga join dalam penerbangan itu. Mereka adalah Vivian H Afifa, Head of Incoming Global Entrepreneur of AIESEC in Indonesia 1718 serta Hizkia Jorry Saroinsong, upcoming partner for Bangka Project AIESEC in Indonesia.

“Jadi ketiganya berangkat untuk kolaborasi proyek di Bangka. Sementara Cici jadi koordinator nasional untuk proyek AIESEC Bangka,” kata Anja, kepada JawaPos.com.

Menurut Anja, berdasarkan informasi yang menyebar di grup internal mereka, jenazah korban memang sudah ditemukan. Namun, untuk identifikasi masih menunggu kedatangan keluarga di RS Kramat Jati.
Kedatangan keluarga ini untuk melakukan postmortem dan antemortem. Sebagai informasi, postmortem dan antemortem adalah metode forensik untuk mengindentifikasi korban.

Antemortem adalah data-data fisik khas korban sebelum meninggal. Mulai dari pakaian atau aksesoris yang terakhir kali dikenakan, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka, cacat tubuh, foto diri, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA. Data-data ini biasanya didapatkan dari keluarga, ataupun dari instansi di mana korban pernah berhubungan semasa hidup.

Sedangkan postmortem adalah data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal. Misalnya saja sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi dan foto diri korban pada saat ditemukan lengkap dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya dan sekitarnya. Termasuk isi kantong pakaiannya.

“Ada salah satu alumni yang menjadi reporter dan liputan di Karawang. Dia juga mencari informasi soal Cici. Ditemukan juga KTM Cici di perairan,” kata Anja yang juga ilustrator freelance untuk salah satu majalah Hongkong itu.

Selain itu, kata dia, di bagasi juga ditemukan barang-barang milik korban. Termasuk serpihan kartu identitas dan benda lainnya. Barang ini ditemukan di laut. Anja menjelaskan, meskipun tidak mengenal Cici secara dekat. Namun, menurutnya, adik kelasnya itu adalah anak yang rajin dan aktif di organisasi.

“Dia aktif di organisasi. Makanya tadi ketika dengar kabar saya langsung kaget. Aduh, anak-anakku,” kata penyuka kucing itu.

Anja menambahkan, mewakili teman-temannya di AIESEC, dia menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Dia juga berharap para keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Serta para korban diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.  “Doa terbaik untuk korban dan para keluarga. Saya nggak nyangka (dengan tragedi ini). Cici menjalankan tugas AIESEC,” kata Anja berduka.

Sebagai informasi, pesawat Lion Air JT 610 yang membawa 189 orang itu dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat tujuan Jakarta-Pangkal Pinang itu lost contact setelah mengudara selama 13 menit. 

Basarnas memperkirakan semua penumpang dan awak pesawat tidak ada yang selamat. Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pencarian.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dikenal Santun, Cici Jadi Korban JT-610