alexametrics
Duka Lion JT-610

Dikenal Rajin Beribadah, Wahyu Pergi Tanpa Meninggalkan Pesan

30 Oktober 2018, 16:05:50 WIB

JawaPos.com – Dari ratusan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610, Senin (29/10) pagi ada nama Wahyu Susilo. Wahyu merupakan warga Klaten. Selama ini ia tinggal bersama istrinya Isti Khasanah di Dukuh Geneng RT 17 RW 8, Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah (Jateng).

Sejak menikah dengan Isti tahun 2013 lalu, Wahyu dikaruniai seorang anak perempuan bernama Keyna Raya. Raya begitu ia akrab disapa saat ini berumur tiga tahun. Saat ini, Isti tengah mengandung anak kedua. Usia kehamilannya baru menginjak tujuh minggu.

Saat JawaPos.com berkunjung ke rumah Isti, tampak sejumlah tamu ada di rumahnya. Mereka adalah para tetangga dan rekan kerja di sekolah dasar (SD) Negeri Klaten 1. Selama ini Isti memang seorang guru kelas 1 di sekolah tersebut. Meski menahan sedih yang cukup dalam karena belum mengetahui nasib suaminya, Isti seperti menyembunyikan perasaan tersebut. 

Infografis Lion Air
INFOGRAFIS (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Ia terus menyambut para tamu yang datang. Dengan senyum ramahnya, Isti mencoba menguatkan diri. Di sampingnya Raya terus bermain. Para tetangga dan rekan kerja yang datang mencoba memberikan semangat untuk menghadapi cobaan yang datang. Isti belum bersedia ditemui awak media. Dia mewakilkan adik kandungnya, Wirawan Andiyanto. 

Wirawan mengatakan, sosok Wahyu adalah pribadi yang baik. Tekun beribadah dan sangat sayang terhadap keluarga. Wahyu selalu melaksanakan salat berjamaah di masjid yang berada tidak jauh dari rumahnya. “InsyaAllah orangnya baik dan tekun beribadah, dan sangat rajin salat di masjid,” terang Wirawan saat ditemui JawaPos.com di rumahnya. 

Wirawan pun tidak pernah mengira, kakak iparnya akan masuk sebagai korban kecelakaan pesawat yang terjadi di perairan Tanjung Karawang tersebut. Sebelum, take off, lanjut Wirawan, seperti biasa Wahyu memberi tahu istrinya. “Ia mengabarkan kepada kakak saya kalau mau berangkat,” ungkapnya. Tetapi, setelah itu handphone tidak bisa lagi dihubungi. 

“Kakak saya tahu informasi ada pesawat kecelakaan itu saat mengajar di sekolah, dan mencoba mencari tahu dan menghubungi Mas Wahyu tetapi sudah tidak bisa lagi dihubungi,” urainya. Pihak keluarga pun berharap agar Wayu bisa ditemukan dengan selamat. Meskipun keluarga mengaku sudah pasrah terhadap kenyataan yang akan terjadi.

Salah satu tetangga korban, Nanik, 56, mengatakan bahwa selama ini Wahyu dikenal sebagai sosok yang ramah dan rajin ke masjid. Meskipun baru menjadi warga Klaten beberapa tahun, tetapi warga yang lahir di Temanggung itu bersosialisasi dengan baik. “Pak Wahyu itu selalu salat berjamaah di masjid ini, orangnya ramah dan baik,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dikenal Rajin Beribadah, Wahyu Pergi Tanpa Meninggalkan Pesan