JawaPos Radar | Iklan Jitu

7 Kecamatan di Kabupaten Malang Dilanda Kekeringan

30 Oktober 2018, 11:14:56 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bantuan Air Bersih
BANTUAN: Divisi 2 Kostrad menyalurkan bantuan 10 ribu air bersih ke Desa Sidoluhur, Senin (29/10). (Dok. Pendivif 2 Kostrad)
Share this

JawaPos.com - Tujuh kecamatan di Kabupaten Malang dilaporkan mengalami kekeringan. Demikian berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Tujuh kecamatan itu adalah Kalipare, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Jabung, Singosari, Lawang, serta Sumberpucung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Bambang Istiawan menjelaskan, tujuh kecamatan itu sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Tidak menutup kemungkinan, permintaan bantuan air bersih akan meluas ke daerah lain. "Walau tanda peralihan musim sudah mulai terlihat," kata Bambang, Selasa (30/10).

Tanda peralihan musim kemarau ke musim hujan memang sudah terlihat. Beberapa wilayah di Kabupaten Malang sudah diguyur hujan. Tapi intensitas hujan tidak lama dan kemarau kembali menyengat warga Kabupaten Malang.

Berdasarkan hasil prakiraan Stasiun Klimatologi Karangploso, musim hujan mulai terjadi November mendatang. Jadi, warga masih belum bisa mengandalkan hujan untuk kebutuhan air bersih.

BPBD akan bergerak melakukan dropping air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan yang mengajukan bantuan. "Kami rutin untuk dropping air bersih ini," tandas mantan Camat Sumbermanjing Wetan itu.

Sementara itu, bantuan air bersih tidak hanya disalurkan BPBD saja. Instansi lain turut memberikan bantuan. Salah satunya Divisi 2 Kostrad yang bermarkas di Singosari, Kabupaten Malang.

Baru-baru ini, Divisi 2 Kostrad mengirimkan bantuan 10 ribu liter air bersih ke Dusun Gunung Tumpuk, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang. Bantuan diperuntukkan bagi 279 kepala keluarga yang selama ini mengalami kesulitan air bersih. Pasalnya, desa ini sudah beberapa bulan dilanda kekeringan. Divif 2 Kostrad juga mengerahkan 10 orang personel untuk merehabilitasi tandon air milik dusun yang sudah lama tak berfungsi karena bocor.

Asisten Teritorial Divif 2 Kostrad Kolonel Inf Erwin menerangkan, aksi nyata ini terus dilanjutkan ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan. "TNI adalah manunggal rakyat. Jadi wajib hadir saat rakyat membutuhkan seperti kondisi sekarang ini," tegas Erwin.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up