alexametrics

344 Pelaku Kejahatan Terjaring Operasi Jaran Candi 2018

30 Oktober 2018, 19:40:19 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 290 kasus kejahatan berhasil diungkap Polda Jawa Tengah (Jateng) bersama 35 Polres jajaran selama pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2018. Totalnya, ada 344 tersangka yang berhasil diamankan pada giat yang berlangsung sejak tanggal 9 Oktober sampai 28 Oktober 2018.

Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono mengatakan, ratusan kasus tersebut terdiri dari kejahatan terhadap kendaraan seperti pencurian kendaraan bermotor, hingga pencurian disertai kekerasan atau curas.

“Hingga bulan Oktober 2018 ada sekitar 891 kasus curanmor, sehingga kami melaksanakan Operasi Jaran Candi 2018 selama 20 hari. Hasilnya 290 kasus berhasil diungkap,” kata Irjen Condro Kirono di Mapolda Jateng, Semarang, Selasa (30/10).

Adapun barang bukti terkumpul dari ratusan kasus itu meliputi, 220 unit sepeda motor; 32 unit kendaraan roda empat dan 260 item barang bukti lainnya.

Dari ratusan kasus tadi lanjut Condro, ada dua kasus yang menurutnya menonjol. Pertama adalah, kasus curas atau begal yang dilakukan oleh komplotan bersenjata terdiri dari empat orang.

“Kasus yang menonjol ada curas atau begal di daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes. Modusnya adalah membuntuti korban yang mengendarai sepeda motor, kemudian di tempat sepi korban ditodong. Bahkan ada yang dibacok, lalu dirampas barang berharga termasuk kendaraannya,” terangnya.

Dari empat orang yang tergabung dalam komplotan itu, dua diantaranya sudah diamankan. Masing-masing adalah Asan alias Putilam, 41, warga Jalan Widuri, Bangetayu, Genuk Semarang, dan Saleman, 40. Keduanya bertindak sebagai eksekutor.

“Senjata yang digunakan saat beraksi ada celurit dan juga pistol rakitan jenis revolver,” tegas Condro. Korbannya mereka ada sembilan orang dan bahkan satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus menonjol selanjutnya adalah, pencurian mobil dengan modus bius. Peristiwa ini terjadi di daerah Pemalang awal Oktober kemarin dengan Bambang Sutrisno, warga Tegal sebagai korbannya.

Pelaku dalam kasus ini ada dua orang. Mereka adalah, Rohansen selaku eksekutor dan Sofian yang membantu menjual mobil Suzuki Ertiga. Modus mereka adalah, dengan berpura-pura meminjam mobil rental sebelum menggasaknya.

“Pelaku sebelumnya meminjam mobil plus sopir (Bambang), kemudian mengajak sopir bermalam di Pemalang lalu memberinya minuman yang sudah ada obat biusnya. Setelah itu membawa kabur mobil saat korban tidak sadarkan diri,” bebernya.

Lebih lanjut, Condro mengimbau kepada masyarakat yang merasa pernah menjadi korban curanmor supaya datang ke markasnya untuk mengecek kendaraannya. Untuk roda dua, dititipkan di Mapolres, sedangkan roda empat ada di Mapolda Jateng.

“Silahkan datang dengan membawa surat-surat kendaraan. Silakan ambil kendaraannya, gratis, tidak bayar. Hanya saja sewaktu-waktu diperlukan untuk proses hukum di pengadilan tetap dipinjam-pakaikan untuk bukti,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
344 Pelaku Kejahatan Terjaring Operasi Jaran Candi 2018