JawaPos Radar | Iklan Jitu

Warga Cangkringan Belum Khawatir dengan Lava Pijar Gunung Merapi

30 September 2018, 21:52:36 WIB | Editor: Dida Tenola
Warga Cangkringan Belum Khawatir dengan Lava Pijar Gunung Merapi
Merapi yang sedang beraktifitas menuju erupsi magmatik 2018 (Ridho Hidayat/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Lava pijar yang hampir setiap hari muncul, belum terpantau oleh sebagian masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Meski gunung tersebut terus beraktivitas, warga sekitarnya tetap melakoni aktifitas seperti biasanya.

"Kalau lava pijar, dari (Dusun) Kinahrejo belum kelihatan sampai sekarang," kata Ketua Paguyuban Masyarakat Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Badiman, kepada JawaPos.com, Minggu (30/9).

Masyarakat menganggap adanya lava pijar itu sebagai hal biasa. Kegiatan seperti bertani, beternak, maupun mengelola pariwisata sama sekali tak terganggu.

Bahkan, lanjutnya, ketika memang lava pijar itu terlihat dan rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, masyarakat belum diminta mengungsi. Lava pijar itu bisa menjadi daya tarik mendatangkan wisatawan. "Bisa juga jadi wisata," lanjut Badiman.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur, Dusun Petung, Desa Kinahrejo,  Kecamatan Cangkringan, Sumijo. Ketika memang lava pijar itu terlihat, bisa dinikmati di warung kopinya di Tugu Ambruk. "Ada gardu pandang untuk melihat Merapi dari warung di Tugu Ambruk," ucapnya.

Warung kopi Tugu Ambruk yang dikelolanya berada di tepi Sungai Gendol di Dusun Petung. Sudah bertahun-tahun ia membangun tempat usaha ini, sekaligus menampung hasil tanaman kopi warga lereng Merapi.

Sebenarnya, BPPTKG Jogjakarta mengungkapkan, selama Merapi beraktifitas sering mengeluarkan lava pijar. Guguran lava pijar terakhir terpantau pada Rabu (26/9) pukul 18.00 hingga Kamis (27/9) pukul 06.00 WIB, sebanyak 5 kali.

Kemudian ada embusan sebanyak 5 kali. Pada periode sebelumnya, yaitu Rabu (26/9) pukul 06.00 sampai 18.00 WIB, ada guguran sebanyak 9 kali, dan embusan 14 kali.

Termasuk pada Selasa (25/9) lalu, lava pijar sempat terlihat secara visual pukul 04.06 WIB. Guguran itu meluncur ke dalam dasar kawah pada sektor barat laut. Lava pijar baru akan mengancam penduduk ketika nantinya terjadi secara terus-menerus dengan intensitas tinggi. Serta volume yang lebih banyak dan sejauh mana meluncurnya.

 

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up