JawaPos Radar

Polisi Periksa IRT karena Miliki Uang Lama Palsu

30/09/2015, 10:35 WIB | Editor: husain
Polisi Periksa IRT karena Miliki Uang Lama Palsu
TERSANGKA: Mariance Adriana Faot menjalani pemeriksaan di Mapolres Kupang Kota karena tertangkap membawa uang lama yang ternyata palsu. (Gatra Banunaek/Timor Ekspres/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mariance Adriana Faot (43), warga Kelurahan Oetete, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap polisi. Gara-garanya ibu rumah tangga (IRT) ini nekat menukar uang lama ke Bank Indonesia (BI) perwakilan NTT.

Informasi yang dihimpun Timor Ekspres (Jawa Pos Group), setelah dicek petugas BI, uang lama yang akan ditukar Mariance ternyata palsu. Selanjutnya, Mariance langsung digelandang aparat Satbrimobda Polda NTT dan diantar ke Mapolres Kupang Kota bersama barang bukti uang palsu.

Pecahan mata uang lama yang diduga palsu itu sebanyak 15 lembar dengan total Rp 320 ribu. Masing-masing pecahan Rp 10 ribu, 10 lembar, Rp 20 ribu satu lembar dan Rp 50 ribu empat lembar.

Kanit Tipiter Polres Kupang Kota, Ipda Jamari menyebutkan, Mariance berencana menukar uang yang diperolehnya itu ke BNI Selasa (29/9). Mariance kemudian diarahkan anggota Polda NTT yang bertugas di Bank BNI untuk menukarkan uang tersebut ke BI perwakilan NTT.

Menurut Jamari, saat ini status Mariance masih sebagai diperiksa saksi. Jika kemudian terbukti, maka dirinya akan diancam Pasal 36 jo Pasal 26 Undang-undang Nomor 7/2011 tentang Mata Uang. Anacaman yang dikenakan pidana penjara 10 tahun.

Sementara Mariance sendiri mengaku memperoleh uang palsu tersebut dari keluarganya dengan cara dibeli dengan harga murah. Selanjutnya ditukar dengan harga yang cukup lumayan.

"Uang palsu itu saya dapat dari keluarga saya di Bena. Selama ini memang saya selalu tukar uang lama. Saya juga tidak tahu uang itu palsu atau tidak," ungkap Mariance. (gat/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up