alexametrics

Ibu Muda Tusuk-tusuk Bayinya Pakai Gunting

Kuasa Tuhan, Bayinya Selamat
30 Juli 2019, 06:30:35 WIB

JawaPos.com – Ws, 23, wanita asal Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga hendak membunuh bayi perempuan yang baru dilahirkannya pada Selasa (16/7). Pelaku melahirkan bayi perempuan di dalam kamar mandi kediamannya.

Usai melahirkan, pelaku memotong tali pusar, kemudian ia menusuk perut, rusuk, dan rahang bayinya dengan gunting. Bayi malang itu hanya bisa menangis ketika benda tajam menikam tubuhnya.

Tangisan itu lalu terdengar oleh orang tua pelaku. Saat diperiksa, mereka menemukan anaknya sudah berdarah. Bayi yang dilahirkan dalam keadaan terluka.

Bayi malang itu dilarikan ke rumah sakit Bengkayang. Korban dirawat kurang lebih selama satu minggu.

Oleh pemerintah kabupaten, bayi itu lalu dirujuk ke RSUD Sudarso agar mendapatkan perawatan yang lebih baik. Setibanya di Pontianak, dokter yang menangani langsung melakukan tindakan cepat. Bayi malang itu ditangani khusus dan menjalani operasi.

Dari foto yang didapat Pontianak Post (Jawa Pos Group), kondisi bayi tersebut menyedihkan. Pada bagian perut, tampak bekas-bekas luka tusuk.

Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Indonesia Daerah (KPPAID) Kalimantan Barat, Nani Wirdayani membenarkan kasus dugaan percobaan pembunuhan yang dilakukan seorang wanita di Kabupaten Bengkayang terhadap bayi yang baru dilahirkannya.

“Pelaku melahirkan anak pada Selasa, 16 Juli 2019. Dugaannya, pelaku ini melahirkan anak di luar nikah,” kata Nani, dikutip dari Pontianak Post (Jawa Pos Group), Selasa (30/1).

Nani menjelaskan, pelaku melahirkan bayinya di dalam kamar mandi. Usai melahirkan, pelaku lalu menusuk bayinya dengan gunting di bagian perut, rusuk dan rahang.

“Perbuatan itu diketahui ibu pelaku yang mendengar suara tangis bayi. Hingga akhirnya bayi itu langsung dilarikan ke rumah sakit Bengkayang untuk mendapat perawatan,” ucapnya.

Nani menuturkan, setelah di rawat di rumah sakit Bengkayang, seminggu kemudian korban lalu dirujuk oleh pemerintah daerah setempat ke RSUD Sudarso dan oleh dokter korban langsung ditangani.

“Beberapa hari lalu bayi perempuan itu sudah menjalani operasi. Alhamdulillah, sampai dengan saat ini kondisinya terus membaik,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk pelaku saat ini masih berada di kediamannya di Bengkayang. Informasi yang didapatnya, polisi masih melakukan pengawasan terhadap yang bersangkutan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten yang sudah tanggap memberikan bantuan kepada bayi ini. Mudah-mudahan, bayi yang belum punya nama ini, lekas sembuh,” sambungnya.

Nani mengatakan, kehamilan pelaku ini tidak diketahui orang tuanya. Diketahui yang bersangkutan belum pernah tercatat di negara telah menikah. Diduga, ia hamil diluar nikah.

“Mungkin pelaku malu, depresi atas apa yang dialaminya,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads