alexametrics

Gubernur Kalteng Puji Kinerja Bupati Barito Utara

30 Juli 2019, 20:44:15 WIB

JawaPos.com – Pembangunan di daerah harus digenjot agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Pemikiran itu dilakukan oleh sejumlah kepala daerah.

Seperti yang dilakukan Bupati Barito Utara (Batara) Nadalsyah yang terus menggenjot pembangunan infratruktur di wilayah yang dia pimpin. Kinerjanya pun mendapat pujian dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Menurut Sugianto, Koyem begitu Nadalsyah disapa, merupakan sosok kurang bicara, tapi banyak bekerja dan tak main-main dalam membangun daerah. Buktinya, hanya Kabupaten Batara yang mampu menjawab tantangan menanam jagung sehingga berdampak pada meningkatnya produksi jagung Kalteng.

“Lahan Kalteng sangat luas. Kenapa kita tidak mampu menyiapkan lahan pertanian,” tandasnya seraya mengungkapkan keinginan menambah lahan pertanian di wilayah DAS Barito.

Pernyataan itu dikemukakan Sugianto Sabran saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin (29/7). Dia mengapresiasi kemajuan bidang infrastruktur di bawah kepemimpinan Koyem.

Atas dasar itu, gubernur juga menginstruksikan kepada para kepala daerah maupun wakil kepala daerah agar memerhatikan kualitas SDM daerah masing-masing.

Sugianto menegaskan, Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan memiliki program beasiswa bidik misi untuk membantu 10.000 mahasiswa yang kurang mampu. Pemprov pun menyalurkan Rp 31 miliar untuk membantu pendidikan di Batara.

“Anak-anak di Kalteng, jangan sampai ada yang putus sekolah. Anggarkan dari APBD. Anak-anak Kalteng wajib bersekolah. Kitalah (para kepala daerah, red) yang berjuang. Kadisdik dan bupati, cari orang yang sangat miskin. Kita bantu anak-anaknya untuk kuliah,” lanjutnya.

Suami Yulistra Ivo ini juga menegaskan, sektor kesehatan juga menjadi prioritas pemprov. “Kelak ada rumah sakit tipe A di Kalteng. Sebuah rumah sakit yang bisa menjadi rujukan agar masyarakat tak lagi berobat ke luar Kalteng,” ungkapnya.

Gubernur pun menekankan agar setiap rumah sakit tak boleh menolak setiap pasien. “Pak bupati, kalau ada rumah sakit yang menolak pasien miskin, pecat (ganti, red) saja direkturnya,” tegasnya.

Pujian Sugianto itu pun ditimpali oleh Koyem. Kata dia, Pemprov Kalteng memiliki perhatian besar untuk Kabupaten Batara. Contohnya bantuan anggaran RSUD Muara Teweh yang telah dikucurkan sebesar Rp 25 miliar melalui APBD murni dan Rp 25 miliar melalui APBD perubahan. Rumah sakit terbesar di DAS Barito itu masih memerlukan anggaran sekitar Rp 200 miliar.

“Pemkab Batara telah menganggarkan Rp 100 miliar hingga 2022. Berarti, masih ada kekurangan Rp 50 miliar. Kami berharap provinsi bisa membantu lagi Rp 50 miliar,” harap bupati.

Masyarakat, imbuh Koyem, mengetahui berdirinya RSUD Muara Teweh tidak lepas dari peran gubernur. Belum lagi bantuan pembangunan jembatan Muara Teweh dan jalan kabupaten dari Desa Mamphak menuju Simpang Thamrin.

“Kami ada keterbatasan APBD, karena banyak yang harus kami bangun. Saya atas nama masyarakat Batara berterima kasih kepada bapak gubernur. Warga kami sangat menikmati bantuan bapak,” sebut Koyem.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ARM



Close Ads