JawaPos Radar

Tergiur Bisnis Air Mineral, Nurul Kehilangan Rp 98 juta

30/07/2018, 12:09 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Penipuan
Ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polsek Tambaksari menangkap dua tersangka penipuan yang menjanjikan bisnis air mineral. Para pelaku berhasil menipu korban dengan membawa kabur uang senilai Rp 98,3 juta.

Dua pelaku penipuan adalah Handoko, 36, warga Lebak Timur XI, Surabaya, dan Dwi Julianto, 32, warga Karanggayam III Surabaya. Sedangkan korbannya bernama Nurul Nurhayati, 35, warga Jolotundo, Surabaya.

"Antara korban dengan tersangka sudah saling kenal sebelumnya. Sehingga para tersangka dengan mudah melancarkan aksinya," jelas Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno kepada JawaPos.com, Senin (30/7).

Prayitno menceritakan, kasus tersebut berawal saat kedua tersangka mendatangi rumah Nurul pada 27 Mei lalu. Keduanya menawarkan kerja sama yang menguntungkan. Handoko dan Dwi mengaku sebagai karyawan di sebuah perusahaan air mineral di Pandaan, Pasuruan.

Keduanya mengaku bisa menyediakan air mineral untuk dijual langsung ke sejumlah toko. Nurul diminta untuk menyetor modal yang nantinya dipakai untuk mengelola distribusi air mineral ke sejumlah toko.

"Kenyataannya, dua tersangka tidak pernah bekerja di perusahaan air mineral tersebut. Mereka cuma ngaku-ngaku agar korbannya percaya," tambah Prayitno.

Kepada korban, kedua tersangka menjanjikan keuntungan sebesar 50 persen dari bisnis disribusi air mineral. Lantaran percaya, Nurul lantas menransfer uang dari rekening pribadinya secara bertahap kepada Handoko. Total seluruh uang yang ditransfer sebesar Rp 98,3 juta.

Selang beberapa pekan kemudian, Handoko dan Dwi kembali mendatangi rumah Nurul. Mereka menunjukkan sejumlah kwitansi dan nota dari toko-toko yang sudah membeli air mineral.

"Saat menunjukkan kwitansi, para tersangka mengatakan bahwa uang pelunasan dari toko-toko itu akan dibayarkan setelah Lebaran," lanjut polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

Korban pun percaya saja. Namun setelah Lebaran, kedua tersangka menjadi sulit dihubungi. Uang yang dijanjikan tak kunjung diterima. Nurul lantas berinisiatif mendatangi alamat toko-toko yang sudah membeli air mineral itu.

"Saat di kroscek, ternyata toko-toko itu tidak pernah membeli air mineral dari kedua tersangka. Korban kemudian hilang kepercayaan dan melapor ke kami," beber Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Handoko dan Dwi di rumahnya masing-masing. Saat diringkus itulah, mereka mengaku bahwa bisnis yang dijanjikan kepada korban ternyata abal-abal. Nota yang diserahkan tersebut juga fiktif.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up