Siaga Letusan Gunung Agung, Bandara Tutup 12 Jam

30/06/2018, 10:24 WIB | Editor: Ilham Safutra
Gunung Agung di Bali (I KOMANG TINGGAL FOR BALI EXPRESS)
Share this image

JawaPos.com - Aktivitas Gunung Agung di Bali kembali meningkat. Sebaran abu vulkanis gunung tertinggi di Pulau Dewata itu sampai membuat Bandara Ngurah Rai ditutup. Ratusan warga di sekitar gunung juga diungsikan.

Gunung Agung mulai "batuk-batuk" pada Rabu malam (27/6). Sejak saat itu gunung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut tersebut terus mengeluarkan material vulkanis. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sepanjang Kamis malam (28/6) sampai Jumat dini hari (29/6) mendeteksi sinar api di puncak kawah gunung.

"Berdasar data citra satelit termal, kemarin (Kamis, Red) terdeteksi titik panas dengan energi termal mencapai 819 megawatt," kata Kepala PVMBG Kasbani kemarin. "Itu merupakan energi termal terbesar yang pernah terekam sepanjang krisis Gunung Agung 2017-2018," lanjutnya.

Suasana di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai pascaerupsi Gunung Agung. (Agung Bayu/Bali Express)

Semakin tinggi energi termal menunjukkan semakin banyaknya magma yang naik ke kawah. Sebagai perbandingan, energi termal yang terdeteksi saat Gunung Agung erupsi November 2017 hanya 97 megawatt.

Hasil analisis PVMBG, terjadi erupsi efusif sejak tiga hari lalu sampai kemarin. Erupsi efusif itu tidak terlalu membahayakan. Meski erupsi akan berlangsung lama. Lebih membahayakan jika dari dalam perut bumi tiba-tiba ada gejolak energi besar yang mengakibatkan erupsi eksplosif. "Yang terjadi (erupsi) secara efusif, yaitu berupa aliran lava segar ke dalam kawah," ungkap Kasbani.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanis sampai kemarin. "Intensitas stabil dengan tinggi kolom abu mencapai 2.500 meter (di atas puncak kawah, Red)," ucapnya.

Pemerintah masih menetapkan level siaga alias level III terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung. Area atau radius berbahaya mencapai 4 kilometer dari puncak kawah. Selama tidak masuk atau berada di dalam area tersebut, masyarakat aman. "Masyarakat diimbau tetap tenang," tutur Sutopo.

BNPB, PVMBG, BMKG, Pemda Bali, BPBD Bali, dan instansi lainnya terus bersiaga untuk menghadapi kondisi terburuk dari Gunung Agung. Termasuk soal persebaran abu vulkanis. BNPB mendapatkan laporan bahwa hujan abu terjadi di banyak lokasi. "Terutama di barat dan barat daya Gunung Agung," ujarnya.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Gunung Agung juga mulai mengungsi. Mereka melakukan evakuasi mandiri dengan mendatangi sejumlah titik yang dianggap aman. "Sebanyak 309 warga mengungsi," imbuh Sutopo.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar Ketut Gede Ardana juga mengungkapkan, ada warga yang mengungsi. Sejak Jumat dini hari, tidak kurang dari 110 warga sudah meminta dievakuasi. "Tim SAR sudah mengevakuasi masyarakat di Banjar Dinas Sebun Sebudi ke Banjar Pesangkan. Berjumlah 60 orang," kata dia.

Selanjutnya, 50 orang kembali dievakuasi tim SAR. Seluruhnya berasal dari Desa Seubudi. Oleh petugas mereka diantarkan ke Banjar Becingah di Desa Duda Barat. Guna mengantisipasi berbagai kondisi Gunung Agung, sebut Ardana, seluruh personel Basarnas Denpasar sudah siap. Mereka juga sudah menyiagakan sejumlah peralatan yang dimiliki. "Tim kami sudah pernah menghadapi kondisi seperti ini (aktivitas Gunung Agung naik, Red). Dan terulang erupsi Gunung Agung yang mulai meresahkan masyarakat sekitar," ungkap dia.

Ganggu Penerbangan

Letusan Gunung Agung tidak terlalu besar. Namun, karena angin membawa abu vulkanis ke ruang udara Bandara Ngurah Rai, letusan tersebut membuat bandara terpaksa ditutup. Bandara Ngurah Rai ditutup sejak kemarin dini hari (pukul 03.00). Baru dibuka lagi pukul 14.30. Bahkan, Bandara Notohadinegoro di Jember pun terkena dampak. Ditutup mulai pukul 09.22 sampai pukul 17.00.

Penutupan Bandara Ngurah Rai selama itu membuat 318 penerbangan harus mengubah jadwal. Sebanyak 26.862 penumpang terdampak.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso meminta maskapai penerbangan memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang yang terdampak. "Penumpang yang mau refund tiket harus dipermudah dan dikembalikan 100 persen. Yang tidak refund harap dilayani dengan prioritas pada penerbangan pertama selanjutnya," tutur dia.

Di sisi pelayanan kebandarudaraan, manajemen PT Angkasa Pura (AP) I yang menaungi Bandara Ngurah Rai menyatakan bahwa bandara tersebut akan beroperasi 24 jam. "Hal itu untuk mendukung proses normalisasi rotasi penerbangan (flight recovery) sesuai dengan prosedur yang berlaku," ucap Corporate Secretary AP I Israwadi.

Penutupan Bandara Ngurah Rai berdampak hingga ke Surabaya. Sebanyak 2.173 penumpang harus mengalami penundaan jadwal karena jadwal bandara yang kacau lantaran menerima limpahan pesawat yang terpaksa mendarat di Surabaya dari yang seharusnya di Denpasar.

Sesuai arahan Kemenhub, General Manager AP I Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang yang terdampak. Untuk maskapai, Juanda menambah slot parkir pesawat.

"AP I Juanda menyiapkan 12 area alternatif parkir (pesawat) tambahan. Masing-masing enam pesawat tipe badan lebar dan enam pesawat tipe badan kecil. Parking stand tersebut untuk menampung pesawat divert," papar Heru. 

(lyn/syn/his/sep/c9/ang)

Berita Terkait

Rekomendasi