alexametrics
Di Balik Layar Nggugah Kejayaan Kota Soto (2)

Diyakini Sosok Berkharisma, Pemeran Gajah Mada pun Sempat Grogi

30 Maret 2022, 01:47:04 WIB

JawaPos.com– Irama tetabuhan gamelan kian berdentang. Makin lama alunan itu makin nyaring. Memecah sepi. Seolah beradu dengan debur ombak pantai Wisata Bahari Lamongan (WBL). Lalu, suara itu mendadak berhenti. Dari atas panggung terdengar jerit perempuan. Mengerang kesakitan.

Suara itu juga makin kencang. Beriringan dengan irama gamelan. Beberapa saat kemudian, terdengar jerit tangis bayi. Musik berubah sendu. Lalu, tampak perempuan menimang sang bayi sembari berdendang merdu: Tak lelo, lelo lelo ledung; Cup menengo anakku sing bagus, dadio satrio kang utomo, dadio pendekare bongso.

Itulah sekilas adegan kelahiran Jaka Mada. Salah satu segmen dalam drama kolosal ’’Nggugah Kejayaan Lamongan’’. Yang dipertontonkan Komunitas Sendakala (Seniman Muda Kabupaten Lamongan). Drama itu baru kali pertama ditampilkan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 tingkat Jatim, di WBL pada Sabtu (26/3) lalu.

Bupati Yuhronur Efendi memang sudah sejak lama ingin menyuguhkan tema itu. Di era kepemimpinannya, dia memikul visi-misi dapat melanjutkan kekajayaan Lamongan yang berkeadilan. Dari drama itu, pihaknya ingin menggambarkan bahwa ’’Kota Soto’’ memiliki jejak peradaban yang istimewa.

Dengan merekontruksi peradaban itu, dia berharap akan muncul identitas diri. Ada pride atau kebanggaan-kebanggaan. Lalu, tumbuh benih semangat untuk bersama-sama membangun dan memajukan Lamongan.

Adegan di panggung kala itu menceritakan detik-tetik kelahiran Jaka Mada. Yang kelak nama itu menjadi begitu masyhur. Yakni, Gajah Mada, Mahapatih Majapahit. Kerajaan yang menjadi cikal-bakal persatuan, kesatuan dan kebesaran di bumi pertiwi.

‘’Jujur saya sempat dredek (grogi, Red) saat diminta memerankan Gajah Mada. Sebab, dalam sejarahnya Gajah Mada kan tokoh yang berkharisma dan berwibawa,’’ kata Moh. Ainul Yaqin, pemeran Jaka Mada dalam drama kolosal Gugah Kejayaan Lamongan itu.

Mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan itu pun berlatih keras. Meski aktif di panggung teater, namun peran sebagai Gajah Mada itu tidak boleh sembarangan. Terlebih bakal tampil di hadapan bupati dan sejumlah tokoh penting. ‘’Kalau kepeleset mengucapkan sumpah palapa, misalnya. Tentu malu kan. Bersyukur sudah selesai dan relatif lancar,’’ ucap Yaqin.

Memang, banyak versi cerita tentang kelahiran Gajah Mada. Namun, dari cerita tutur yang berkembang, Jaka Mada dipercaya lahir di Lamongan itu. Dari seorang ibu bernama Dewi Andong Sari. Yang makamnya di Bukit Ratu, Dusun Cancing, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. Berjarak sekitar 37 kilometer dari Kota Lamongan.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: