JawaPos Radar

Pasca Terbakar, Pasar Koto Baru Akan Direvitalisasi

30/03/2018, 09:13 WIB | Editor: Soejatmiko
Pasca Terbakar, Pasar Koto Baru Akan Direvitalisasi
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit didampingi sejumlah stakeholder Kabupaten Tanah Datar saat meninjau pasar Koto Baru pasca kebakaran (istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pelebaran jalan hingga revitalisasi diyakini sebagai solusi terbaik untuk mengurai kemacetan menahun di jalan lintas Sumatera kawasan pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, rencana pembebasan lahan akan dilakukan tahun 2019 mendatang. Sedangkan detail enginering design (DED) akan dilakukan pada anggaran perubahan APBD Sumbar tahun 2018.

"Kemarin, saya dan rombongan provinsi telah meninjau lokasi pasar Koto Baru pasca kebakaran Minggu malam (25/3). Sementara, untuk mengurai kemacetan kita telah berkoordinasi dengan instansi terkait," kata Nasrul Abit di Padang, Kamis (29/3).

Sebelum pelebaran jalan sebagai langkah jangka panjang, langkah yang dilakukan Pemprov Sumbar untuk mengurai kemacetan sementara adalah berkoordinasi dengan Polda Sumbar, kemudian melibatkan Satpol PP Tanah Datar dan Dinas Perhubungan Sumbar. Dimana, pihak-pihak tersebut meminta truk-truk besar yang biasanya parkir di pinggir jalan di Pasar Koto Baru, diarahkan ke lokasi lewat dari pasar.

"Sekarang tidak macet lagi, karena Polda Sumbar melalui Satuan Lalulintas menempatkan petugas disana,"sebutnya.

Disamping itu, Pemprov Sumbar kembali mengajukan pemanfaatan lahan rel Kereta Api yang bersisian dengan jalan Koto Baru. Sebelumnya, Pemprov Sumbar sudah pernah mengajukan izin pemanfaatan lahan rel tersebut, hasilnya tidak diperbolehkan. "Sekarang kita coba lagi," ujarnya.

Pemprov Sumbar juga tengah menyusun langkah untuk merevitalisasi Pasar Koto Baru agar tidak terlalu menjorok ke pinggir jalan. Lahan pasar saat ini hanya satu hektar, jika diluaskan, paling tidak membutuhkan lahan sekitar 2 hektare lagi.

Dengan bergesernya pasar ke belakang, maka pelebaran badan jalan di depan pasar Koto Baru dapat dilakukan. Sementara skema pengerjaan direncanakan, untuk pengerjaan pasar melalui tidak dana. Pertama dengan dana APBD Tanah Datar, karena pasar berada dalam kewenangan Kabupaten Tanah Datar, bisa juga dilakukan dengan bantuan dari APBD Provinsi dan dana dari pusat. "Untuk pembangunan nanti bisa saja dananya dari tiga sumber, APBD Tanah Datar, APBD Sumbar dan pusat,"sebutnya.

Baru-baru ini, sebanyak 6 petak ruko plus satu unit rumah di kawasan pasar Koto Baru, kabupaten Tanah Datar, Sumbar dilahap si jago merah. Beruntung peristiwa kebakaran pasar sentral sayur-sayuran tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar lebih.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com menyebutkan, kebakaran hebat di pasar Koto Baru itu terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, Minggu malam (25/3). Api dengan cepat membesar sulit dikendalikan hingga akhirnya meluluh lantakkan rumah dan kios dengan berbagai jualan. Mulai dari gudang P&D, rumah permanen, gudang pupuk hingga kedai jualan makanan siap saji ludes terbakar.

Dua hari pasca kebakaran, rombongan Pemprov Sumbar melakukan peninjauan lokasi kebakaran di Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar. Wakil Gubernur Sumbar menyerahkan bantuan untuk masing-masing pemilik kios yang terdampak bencana kebakaran.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up