alexametrics

Pedagang Sate Babi Catut Merek KMS Asli, Ini Pernyataan Pemiliknya

30 Januari 2019, 18:08:14 WIB

JawaPos.com – Sate KMS B di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diamankan petugas gabungan karena menjual sate babi. Terungkap, Kasubag B bukan grup dari sate KMS yang tersebar di beberapa tempat di Kota Padang.

Hal ini ditegaskan pemilik usaha sate KMS Cabang Padang, Ilyas, 30. Dia menegaskan, sate KMS B di Simpang Haru bukan bagian dari grup KMS. Sate KMS grupnya ada terdapat di kawasan jalan Permindo, Patimura, Simpang Kalawi dan Siteba. “Bukan grup KMS kami,” kata Ilyas saat di konfirmasi, Rabu, (30/1).

Ilyas menegaskan, warung sate KMS di Padang memiliki logo yang sama dan logo tersebut juga telah dipatenkan. Lalu, warung sate KMS juga memajang foto orang tua pemilik sate.

“Selain logo, foto orang tua saya juga terpajang di setiap warung sate KMS asli. Saya juga menjamin kehalalannya,” tegas Ilyas.

Hal ini juga ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal. Menurutnya, jika tidak semua pedagang sate dengan merek sama (KMS) menggunakan daging babi. Sebab, pemilik sate KMS di Kota Padang juga berbeda-beda.

“Sate KMS ini memang banyak cabangnya, dan setiap cabang beda pemilik. Jadi, saya tegaskan untuk yang positif mengunakan daging babi ini hanya sate KMS B di kawasan Simpang Haru,” kata Endrizal.

Sebelumnya, tim gabungan menggeledah sate gerobak merek KMS di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label.

Penggeladahan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (29/1) itu dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM dan Satpol PP Padang.

Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Novita Latima mengatakan, informasi penggunaan daging babi oleh sate KMS di Simpang Haru ini berawal dari laporan masyarakat. Lalu, mengecek kebenaran tersebut, petugas membeli sampel daging sate. Untuk pengecekan labor, petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh.

Hasil pemeriksaan terbukti, jika daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat Islam. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya beragama Islam.

“Pedagang tidak menerapkan (mencantumkan) bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindaklanjutnya akan dilakukan tim dari Dinas Perdagangan,” katanya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Riki Chandra


Close Ads
Pedagang Sate Babi Catut Merek KMS Asli, Ini Pernyataan Pemiliknya