alexametrics

Massage Salah Satu Daya Tarik Pariwisata Batam

30 Januari 2019, 18:45:39 WIB

JawaPos.com – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Kepulauan Riau (Asita Kepri), Andika Lim mengungkapkan, massage menjadi salah satu daya tarik pariwisata Kota Batam. Hal itu sangat diminati oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura.

Selain pelayanan yang baik, murahnya harga paket massage yang ditawarkan menjadi daya tarik. Andika mengaku, tidak mengetahui secara pasti harga paket massage di Batam.

Namun, standar harga yang umum berada di kisaran antara Rp 500 sampai Rp 800 ribu. Sementara di negara tetangga, harga paket massage jauh di atas harga pasaran di Batam.

“Di kita (Batam) lebih murah. Tentu wisatawan senang dan ingin kembali lagi,” kata Andika ketika dihubungi, Rabu (30/1).

Meskipun tidak menjelaskan dengan dukungan data, Andika meyakinkan, kalau massage memang masih menjadi minat utama wisatawan asing dari negara tetangga berlibur ke Batam.

Itu ditandai, dengan terus berkembangnya industri tersebut. Padahal, kondisi ekonomi di Kepri dan Batam tidak sedang dalam keadaan baik. Hal lainnya adalah, masuknya massage dalam paket promo pariwisata yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata melalui program hot deals.

“Hot deals adalah program pemberian subsidi kepada wisatawan yang membeli paket wisata di Kepri. Dimana salah satu fasilitas yang akan diterima, adalah fasilitas massage itu sendiri,” jelas Andika.

Sejak diterapkan pada 2018 lalu, hot deals menjadi program unggulan. Karena, sambutan wisatawan yang menggunakan paket tersebut cukup tinggi.

Namun kata Andika, hal itu tidak serta merta menandakan paket massage memiliki pengaruh utama dominannya hot deals ini. Akan tetapi, secara tidak langsung massage ikut menjadi hal yang diperhitungkan.

Lebih lanjut Andika menyampaikan, tanda lainnya dari peran massage untuk perkembangan pariwisata yang nantinya menggenjot perekonomian Batam, adalah pengenaan tarif pajak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.

Melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Pemkot Batam mengenakan pajak untuk sektor hiburan. Termasuk di dalamnya massage sebesar 35 persen.

Sementara itu, Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, penerapan pajak hiburan sebesar 35 persen ini sudah dilakukan sejak akhir 2018 lalu. “Penerapan ini diharapkan akan memberi pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani


Close Ads
Massage Salah Satu Daya Tarik Pariwisata Batam