alexametrics

Fakta Lelaki Berlumpur Asal Makassar yang Bertemu Sandiaga Uno

30 Januari 2019, 18:39:32 WIB

JawaPos.com- Foto cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno yang bertemu dengan lelaki berlumpur asal Kota Makassar viral beberapa waktu lalu. Beragam komentar netizen mewarnai foto yang diunggah melalui akun Twitter resmi Partai Gerindra tersebut.

Bukannya memberikan simpati, warganet banyak yang menyebut jika foto itu seolah-olah setting-an alias diatur. Foto itu diketahui diambil saat Sandi meninjau langsung korban terdampak banjir Sulawesi Selatan (Sulsel), 26 Januari lalu.

Belakangan diketahui jika lelaki yang ditemui pasangan dari capres Prabowo itu, bernama Ilyas Daeng Ila, 54. Warga Jalan Malengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar itu mengaku, awalnya dia mendenga kabar kedatangan Sandi. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengunjungi kawasan tempat tinggal Ilyas

Lokasi tempat tinggal Ilyas memang menjadi wilayah terdampak banjir. Hujan di sana mengguyur selama tiga hari berturut-turut.

“Saya dengar ada bos (Sandi) datang dari Jakarta. Saya juga bertepatan kasih bersih (membersihkan, Red) rumah. Menyapu di bawah meja, merayap terus ke bawah. Baru ini ( Ilyas menunjuk badannya), memang penuh lumpur. Di belakang (badan) tidak,” cerita Ilyas, Rabu (30/1).

Karena keinginnannya yang begitu besar untuk Sandi, Ilyas lantas meninggalkan sejenak pekerjaannya untuk membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir. Di lokasi yang tak begitu jauh dari rumah Ilyas, Sandi tiba bersama rombongan.

Ilyas melanjutkan, situasi saat itu memang ramai. Warga antusias bertatap muka langsung dengan sandi. Termasuk  Iluas sendiri.

Dalam kerumunan warga, Ilyas tiba-tiba dipanggil oleh Sandi. Keduanya lalu mengobrol.

Menurut Ilyas, Sandi sempat bilang ke dia kalau sengaja melumuri diri dengan lumpur. Namun Ilyas buru-buru menyangkalnya.

“Jadi saya bilang (ke Sandi), saya tidak alasan (bohong) Daeng. Karena memang rumahku begitu (berlumpiur). Karena saya tidak mau angkat-angkat itu tempat tidurku. Jadi saya kayak diwawancarai hari itu,” terang Ilyas.

Sandi kemudian bertanya tempat tinggal, kondisi rumah, hingga hal-hal lain soal nasib Ilyas setelah rumahnya kebanjiran. Ilyas tak menampik bahwa dari sekian banyak warga yang berkerumun, hanya ia yang dipanggil untuk ditanyai langsung. Di hadapan Sandi, Ilyas mengaku bahwa rumahnya terendam banjir sejak Jumat, 25 Januari lalu. Alias sehari sebelum Sandi datang berkunjung.

“Jadi saya cerita bagaimana air ini sampai masuk. Tiba-tiba air itu kayak dipompa, banyak sekali yang masuk. Saya sempat selamatkan tabung gas, kompor. Tempat tidur saya kasih susun (ditumpuk) saja di kursi,” ucapnya.

“Baru (setelah) itu saya masuk ke tengah-tengahnya, jongkok bawa sapu. Bersih-bersih bawah tempat tidur,” lanjut Ilyas.

Di penghujung percakapannya dengan Sandi, Ilyas sempat dijanjikan sesuatu. Namun Ilyas enggan menyebutkan bantuan apa yang dijanjikan Sandi kepadanya.

Saat ditanya apakah bantuan itu telah sampai ke tangannya, Ilyas mengaku belum. “Jadi saya dijanjikan pas salaman itu. Tapi (bantuan) belum ada barangkali,” ucap ayah 5 orang anak ini.

Di sisi lain, banjir beberapa waktu lalu itu merupakan yang terparah sejak 20 tahun terakhir. Banjir  terjadi akibat luapan Sungai Jeneberang. Aliran sungai itu tak begitu jauh dari tempat tinggal Ilyas. “Parah sekali memang tahun ini. Mungkin karena hujan terus. Baru sekarang cuaca sudah bagus lagi,” ungkapnya.

Terakhir, Ilyas menggantungkan harapan besar soal janji Sandi kepadanya. “Pasti berharap sekali. Cuman belum tahu lagi bagaimana. Intinya semoga bisa didapat,” tutup pria yang bekerja sebagai juru parkir itu.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Sahrul Ramadan

Fakta Lelaki Berlumpur Asal Makassar yang Bertemu Sandiaga Uno