alexametrics

2018, Bandung Targetkan 672 Ribu Anak Divaksin Difteri

30 Januari 2018, 16:42:22 WIB

JawaPos.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita menargetkan 672 ribu anak usia 1-19 tahun mendapatkan imunisasi difteri pada 2018.

Banyaknya kasus difteri yang muncul melatarbelakangi dilakukannya imunisasi difteri. Terlebih sejumlah daerah telah menyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB.

Rita menjelaskan, banyaknya korban akibat difteri menjadikan Kota Bandung melakukan langkah antisipasi dengan pelaksanaan Imunisasi. Pihaknya meyakini jumlah imunisasi bakal melebihi dari target yang telah ditetapkan.

“Target kita 672 ribu anak, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah, ujarnya usai melakukan diskusi mengenai difteri di Ruang Media Balai Kota Bandung, Selasa (30/1).

Kegiatanimunisasi difteri di Kota Bandung akan dilaksanakan per 1 Februari 2018 dengan jangka waktu satu bulan. “Ini untuk warga Bandung. Tetapi ada warga lain yang tinggal di Bandung diperbolehkan. Intinya yang tinggal di Bandung diharuskan divaksin,” jelasnya.

Pelaksanakan imunisasi massal tersebut, imbuhnya diatur dalam Permenkes 2017. Hal ini pun menandakan bahwa masyarakat membutuhkan imunisasi atau kekebalan tubuh. “Lokasi imunisasi, bisa di Puskesmas, Posyandu, Sekolah atau pos kesehatan lain,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes kota Bandung dibantu para petugas kesehatan yang jumlahnya lebih dari 10 ribu orang. 

Adapun kendala saat melakukan imunisasi, yakni beberapa masyarakat masih enggan membawa anaknya untuk divaksin. Sehingga petugas akan melakukan sweeping ke rumah-rumah warga.

“Akan di-sweeping, biasanya door to door oleh petugas kesehatan. Selain rajin, petugas kesehatan pun hafal siapa saja yang belum disuntik,” ungkapnya.

Dinkes Kota Bandung mengimbau bagi masyarakat Bandung agar mau melakukan vaksin difteri. Ini tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri melainkan kelesamatan bersama. 

Bagaimana pun bahwa Difteri merupakan penyakit sangat menular dan tingkat penularannya tinggi, salah satu penularan bakteri yakni melalui percikan ludah saat bersin dan batuk. Menurut data Oktober hingga November 2017 terdapat 622 kasus dari 95 Kabupaten Kota di 20 Provinsi, 32 diantaranya meninggal dunia.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (ona/JPC)



Close Ads
2018, Bandung Targetkan 672 Ribu Anak Divaksin Difteri