alexametrics

BGK: Penanganan Perubahan Iklim Banyuwangi Diapresiasi Dunia

29 Desember 2020, 11:47:31 WIB

JawaPos.com – Tahun ini, pengungkapan dan kinerja Pemkab Banyuwangi terkait perubahan iklim, semakin maju. Hasilnya mendapat skor C dalam pengisian kuisioner cities 2020.

Hal itu, disampaikan founder Bumi Global Karbon (BGK) A Deni Daruri. Atas capain itu, Banyuwangi pun diapresiasi Carbon Disclosure Project (CDP). Artinya daerah tersebut memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan.

“Skor C sendiri berarti Banyuwangi sudah berada dalam posisi yang sama dengan kota lain di Asia Tenggara dan Global dalam hal mitigasi perubahan iklim dan dalam posisi yang sama secara Global dalam hal adaptasi perubahan iklim,” papar Deni dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Selasa (29/12).

Dikatakan Deni, CDP merupakan organisasi independen dunia dengan tingkat kredibilitas tinggi. Lembaga tersebut memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air perusahaan dan wilayah serta menjadi jantung keputusan bisnis, investasi, serta kebijakan bisnis.

“CDP lahir pada 2000 dan berpusat di London, United Kingdom. Platform ini telah digunakan oleh ± 920 institusi pemerintah, ± 515 investor dengan sumber kapital 106 trilyun USD dan ± 8400 perusahaan di seluruh dunia,” tuturnya.

Menurut SustainAbility, lanjut Deni, kuisioner CDP memiliki kualitas rating Environmental, Social dan Governance terbaik dan kredibel untuk tahun 2020, di atas MSCI ESG Rating, Bloomberg ESG Disclosure Score dan lembaga rating ESG lainnya.

Beberapa hal yang ditanyakan dalam kuisioner cities CDP adalah tata kelola, bahaya dan kerentanan iklim, adaptasi, data emisi kota, pengurangan emisi, peluang, energi, transportasi, pangan, limbah dan ketersediaan air.

Skala skor yang dimiliki CDP adalah A, A- (leadership level), B, B- (management level), C, C- (awareness level), D, D- (disclosure level).

“Bumi Global Karbon merupakan accredited solution provider CDP pertama di Indonesia yang terus berusaha membantu perusahaan dan pemerintah daerah dalam pengisian kuisioner lingkungan CDP,” ungkapnya.

“Berbagai manfaat yang dengan pengisian kuisoner ini adalah melindungi dan meningkatkan reputasi, meningkatkan keunggulan kompetitif, mematuhi berbagai peraturan nasional dan internasional, mengidentifikasi sejak dini terkait risiko dan peluang, serta sebagai alat untuk mengukur kemajuan kota tiap tahunnya terkait isu lingkungan,” imbuh Deni.

Deni juga menuturkan, penilaian A, B, C, D, F bukanlah sekedar nilai. Namun mencerminkan masa depan kota dengan adanya perubahan iklim yang semakin nyata. Dengan pencapaian 2020, tentu menjadi permulaan yang sangat baik bagi Banyuwangi.

Karena dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat setempat, diharapkan Banyuwangi dapat mencapai level management pada 2021.

“Sudah seharusnya untuk mencapai level leadership pada 2023. Memimpin kota-kota lainnya di Indonesia menuju kota yang tahan akan perubahan iklim,” pungkas Deni

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads