alexametrics

Kakek Tewas dengan Kondisi Mengenaskan Ditemukan di Puing Bekas Kebakaran

29 Desember 2016, 22:29:00 WIB

JawaPos.com – Kebakaran yang terjadi, Rabu (28/12) siang di kompleks Fanindi Pantai, Distrik Manokwari Barat memakan korban jiwa. Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Terius Rerei (70) ditemukan terpanggang di dalam puing-puing rumah.

Kondisi korban sangat menggenaskan. Kondisi tubuh tak utuh lagi. Tengkorak kepala tak terlihat jelas dan terpisah dengan tubuhnya. Bagian badan hangus menghitam dan terlihat jelas organ dalam, seperti usus.

"Kasihan, dia tidak bisa selamatkan diri,’’ ujar seorang warga yang menyaksikan kondisi korban.

Dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group), api mulai membumbungi tinggi di langit kota Manokwari sekitar pukul 11.45 WIT. Asap pekat terlihat dari kejauhan. Sebagian warga penasaran dan ingin melihat dari dekat tempat kejadian kebaran.

Rumah yang berkonstruksi kayu serta panas teriak matahari membuat kobaran api cepat membesar. Upaya keas warga untuk memadamkan api tak membuahkan hasil. Tete Terius Rerei yang saat kebakaran berada sendirian di dalam rumah tak bisa diselamatkan.

"Tete Rerei di dalam rumah. Torang sudah berusaha,tapi api cepat sekali membesar. Torang  juga tidak berani masuk di dalam rumah,’’ ujar Yan Aronggear, tetangga korban.

Tak ada barang  yang bisa diselamatkan dari dalam rumah. Kebakaran ini membuat panic warga sekitar yang rumahnya berdekatan. Mereka mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Sementara warga lainnya berusaha memadamkan api.

Seluruh bagian rumah  yang berkonstruksi kayu serta barang di dalamnya hangus terbakar. Dari balik puing-puing bangunan yang masih tersisa terlihat jelas mayat Tete Terius Rerei di papan lantai rumah. Kondisi mayat hangus dan tak utuh.

Kapolres Manokwari AKBP Christian Ronny bersama sejumlah anggota polisi tiba di tempat kejadian dengan membawa kantong jenazah. Upaya evakuasi korban yang berada di sisa bangunan dilakukan secara hati-hati.

Mayat yang tak utuh lagi diangkat ke kantong jenazah. Namun, polisi masih mencari bagian tubuh lainnya yang terpisah. Hingga akhirnya sekitar pukul 12.45 WIT jenazah dievaluasi ke kamar mayat RSUD Manokwari.

Yan Aronggear, warga Fanindi Pantai menuturkan,korban api cepat membesar. Mereka mengetahui tete Terius Rerei berada di dalam rumah, namun warga tak bisa menyelamatkannya karena kobaran api.
"Api dari dalam rumah dan cepat sekali besar," ujarnya.

Saat kejadian, korban yang sudah sakit-sakitan berada sendirian di dalam rumah. Ia tinggal bersama istrinya yang juga sudah lanjut usia. "Dia (korban) tinggal dengan istrinya,tetapi kebakaran istriya tidak di rumah,’’ujar Yan kepada wartawan.

Sedangkan rumah yang terbakar ini milik Onis Worabay yang kesehariannya bekerja sebagai operator chain shaw. Namun, saat kejadian, Onis Woray bersama istri dan anaknya sedang liburan Natal di Sorong.

Sementara, menurut keterangan istri korban, Oktovina Fuadi Yenu (65 tahun), sebelum kejadian dirinya  beli kue di kios dan korban sedang makan nasi dan minum teh. Selisih 5 menit warga berteriak bahwa dari dalam terdapat api, sehingga korban hanya histeris dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Kuat dugaan korban yang mengalami depresi sehingga rumah terbakar. Pengakuan istrinya, korban juga mengalami sakit malaria tropika +3, dan hernia selama 6 tahun terakhir. Ia diduga depresi akibat sakit tersebut mengakibatkan korban melakukan upaya bunuh diri.(lm/sad/JPG)

Editor : admin

Saksikan video menarik berikut ini:

Kakek Tewas dengan Kondisi Mengenaskan Ditemukan di Puing Bekas Kebakaran