alexametrics

Status Gunung Ile Werung di NTT Naik Jadi Waspada

Letusan Bawah Laut Dapat Berdampak Tsunami
29 November 2021, 17:48:48 WIB

JawaPos.com–Gunung Api Ile Werung di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas dari level I atau normal menjadi level II atau waspada setelah terjadi erupsi atau bualan di gunung api bawah laut Gunung Hobal.

”Senin (29/11), secara visual terjadi peningkatan aktivitas vulkanik kompleks di gunung api Ile Werung meskipun secara kegempaan belum teramati peningkatan signifikan,” kata Kepala Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Andiani seperti dilansir dari Antara di Kupang, Senin (29/11) sore.

Namun, walaupun secara kegempaan belum teramati peningkatan signifikan, dia mengatakan, terdapat rekaman gempa vulkanik yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan. Oleh karena itu, meskipun aktivitas saat ini belum tinggi, berpotensi diikuti erupsi yang lebih besar jika tekanan magma meningkat secara signifikan.

Dia menjelaskan, peningkatan aktivitas yang terjadi dan teramati di permukaan berupa bualan. ”Namun demikian, aktivitas lain seperti aliran lava mungkin terjadi di bawah laut sekitar 300 meter dari garis pantai,” ujar Andiani.

Berdasar data pemantauan terkini, terdapat potensi bahaya berupa aliran lava bawah laut dan lontaran material di sekitar area bualan. Andiani menambahkan, dampak yang dapat ditimbulkan aktivitas vulkanik dapat berupa peningkatan muka air laut di sekitar area pusat erupsi.

”Potensi ancaman bahaya lain dapat berupa gas-gas vulkanik beracun seperti CO2, CO, dan SO2, di daerah sekitar bualan,” terang Andiani.

Terkait Ile Werung, letusan terakhir terjadi pada 20 Agustus 2013 yang berpusat di kawah gunung api bawah laut. Pada saat itu letusan terjadi dengan ketinggian kolom sekitar 2.000 meter dari muka laut diikuti pijaran api di permukaan laut. Dengan adanya kejadian tersebut masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar pantai, khususnya di sekitar lokasi gunung, atau juga dilarang melaut atau berlayar di sekitar gunung itu.

Sementara itu, PVBMG menyatakan, tsunami dapat terjadi di sejumlah desa di sekitar kaki gunung Ile Werung jika gunung api bawah laut yang disebut Gunung Hobal meletus dengan kekuatan besar.

”Berdampak tsunami atau tidak itu tergantung dari seberapa kuat atau tingginya letusan gunung itu,” kata pengamat gunung api dari pos pemantau Gunung Api Ile Werung Wilson Wuri Wutun.

Hal itu disampaikannya berkaitan dengan adanya erupsi dan bualan dari gunung api bawah laut yang menurut kepercayaan warga sekitar adalah anak dari Gunung Ile Werung. Kini ada sekitar sembilan desa di Kecamatan Atadei yang berdekatan dengan gunung api bawah laut atau Gunung Hobal tersebut.

Sembilan desa itu antara lain Desa Dulir, Knotan, Kahatawa, Mulandoro, Leworaja, Atakera, Luki, Wulandoni, serta Desa Lamalera. ”Kita bersama pemerintah daerah sudah berkoordinasi untuk mengingatkan warga setempat agar selalu waspada,” tambah Wilson Wuri Wutun.

Gunung Hobal berjarak sekitar dua kilometer dari gunung Ile werung ke arah laut. Kedahsyatan letusan Gunung Hobal pernah terjadi pada 1979 yang melenyapkan puncak kawah gunung tersebut.

PVBMG merekomendasikan untuk sementara waktu masyarakat menghindari aktivitas di sekitar pantai di sekitar area lokasi bualan dan menghindari berlayar atau melaut di sekitar area tersebut untuk mengantisipasi potensi perubahan kenaikan muka air laut.

”PVMBG terus melakukan pemantauan dan evaluasi aktivitas kompleks Gunung Ile Werung dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan sosialisasi,” ucap Wilson Wuri Wutun.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads