alexametrics

Gagal Bertemu Khofifah, 5 Ribu Buruh Kembali Demo di Grahadi Besok

29 November 2021, 18:55:50 WIB

JawaPos.com–Buruh se-Jawa Timur mengancam akan kembali menggeruduk Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa (30/11). Aksi demonstrasi yang dilakukan sejak Senin (29/11) pagi hingga pukul 18.00 WIB belum menemukan titik terang. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tidak muncul.

Demonstrasi itu dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan angka upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten kota (UMK) 2022. Wakil Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim Nuruddin Hidayat menyatakan, tujuan aksi pada hari ini (29/11) adalah mengawal putusan MK Nomor 91 Tahun 2021. Putusan MK tersebut menyatakan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, inkonstitusional bersyarat.

”UU Ciptaker inkonstitusional karena dinyatakan cacat prosedur oleh MK. Jadi, meski dinyatakan bersyarat, tidak bisa diberlakukan,’’ tutur Nuruddin di lokasi demonstrasi.

Nuruddin menyayangkan pemberlakuan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang merupakan turunan dari UU Ciptaker klaster ketenagakerjaan. ”PP tersebut tidak memenuhi syarat sebagai kebijakan strategis dan berdampak pada masyarakat luas. Jadi, kebijakan UMP 2022 yang didasarkan pada PP itu juga tidak bisa digunakan,” jelas Nuruddin.

Sehingga menurut dia, tidak ada aturan yang boleh diberlakukan sampai ada perbaikan. Khususnya peraturan turunan atau kebijkan yang bersifat strategis dan luas.

”Salah satunya penetapan upah. Karena jelas dalam pasal 4 ayat 2 menyatakan bahwa kebijakan upah merupakan kebijakan pemerintah yg bersifat strategis nasional,” ucap Nuruddin.

”Jadi kita meminta gubernur Jatim untuk menghormati dan menjalankan putusan MK dengan menetapkan upah minimum 2022 tanpa menggunakan PP 36 Tahun 2021 tentang pengupahan,” terang dia.

Sementara itu, Jazuli, juru bicara Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jatim menegaskan, besok (30/11), akan mengerahkan demonstran yang jauh lebih banyak. Dia memperkirakan terdapat lima ribu demonstran yang akan bergabung.

”Kami terpaksa harus turun ke jalan. Ini demi tuntutan supaya dipenuhi. Besok (30/11) gaungnya sampai malam akan kami tunggu supaya Ibu Gubernur mau menandatangani kesepakatan,” papar Jazuli.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads