JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sekda Simalungun Tantang Balik Honorer yang Tuding Ada Pungli

29 November 2018, 17:45:09 WIB
Sekda Simalungun Tantang Balik Honorer yang Tuding Ada Pungli
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan tanggapan terkait unjuk rasa yang dilakukan para pegawai honorer di Polda Sumatera Utara. Sekretaris Daerah Simalungun Gidion Purba menantang balik pendemo yang menuding pemerintah kabupaten melakukan pungutan liar kepada honorer yang akan memperpanjang kontraknya.

Sebelumnya massa yang berunjuk rasa mengeluhkan soal kutipan yang diduga diminta Pemkab Simalungun sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Kutipan itu diduga untuk perpanjangan kontrak sebagai honorer di kedinasan tertentu satu tahun ke depan.

Soal pungutan Gidion membantah. Dia malah menantang massa untuk mebuktikannya.

"Gak benar itu ah. Saya kira gak bener. Artinya dicatat saja nama yang mengambil. Diadukan saja OTT kan saja. Saya malah menantang itu. Kalau ada yang begitu silahkan (dilaporkan)," kata Gidion, Kamis (29/11).

Massa juga berang soal potongan gaji mereka. Awalnya mereka diupah Rp 2 juta per bulan. Namun, dalam enam bulan terakhir mereka hanya diupah Rp 1 juta.

Gidion mengatakan itu bukan potongan. Turunnya gaji honorer 50 persen karena pemasukan kas daerah Simalungun memang sedang berkurang.

"Memang benar dianggarkan ke APBD dua juta. Namanya anggaran itu kan rencana. Bukan dipotong. Dibayarkan satu juta. Pendapatan Asli Daerah (PAD) gak mencapai target. Dana Alokasi Umum (DAU) juga berkurang," ungkapnya.

Namun dia enggan merinci berapa nominal PAD dan DAU tersebut. Karena dia juga tidak memegang datanya.

"Saya lagi di lapangan, gak pegang data," tandasnya.

Sebelumnya massa yang berunjuk rasa di depan Mapolda Sumut meminta polisi untuk menangkap Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih. Tuntutan itu adalah buntut dari kasus dugaan ijazah palsu JR Saragih saat Pilkada lalu dan penindasan kepada honorer.

Massa langsung datang dari Simalungun. Ada honorer kesehatan dan guru.

Kasubbidpenmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan jika pihaknya sudah menerima tuntutan para pendemo. "Kita akan pelajari dulu," tandasnya.

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : (pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini