alexametrics

Pengangguran di Sumsel, 9 Persen Lulusan SMK

29 November 2018, 12:20:08 WIB

JawaPos.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya menekan tingkat pengangguran. Terbukti pada 2018, angka pengangguran di Sumsel mengalami penurunan.

Pada 2017, pengangguran di Sumsel mencapai 181 ribu orang atau 4,29 persen dari total populasi penduduk. Sedangkan pada 2018 turun menjadi 109 ribu atau 4,02 persen.

“Data ini diambil dari BPS (Badan Pusat Statistik) Sumsel periode Februari,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel Ekowati Retnaningsih ditemui Palembang, Kamis (29/11).

Penyumpang pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,21 persen. Kemudian disusul lulusan SMA mencapai 7,66 persen. Sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi sebesar 4,53 persen. “Artinya, lulusan SMK di Sumsel banyak yang menganggur,” terangnya.

Hal ini dikarenakan pencari kerja yang terdidik lebih cenderung memilih pekerjaan. Akibatnya terjadi ketidakseuaian antara jumlah kesempat dengan kebutuhan kerja. Kemudian rendahnya daya saing akibat keterampilan tidak sesuai dengan permintaan pasar dan lain sebagainya.

Untuk daerah yang paling tinggi penyumbang pengangguran yakni Palembang sebesar 7,21 persen. Kemudian Prabumulih sebesar 6,99 persen, Ogan Komering Ulu (OKU) sebesar 4,61 persen, Lubuklinggau sebesar 4,55 persen dan Muara Enim sebesar 4,27 persen.

“Kami harap ini menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Sehingga mampu membantu menurunkan angka pengangguran Sumsel,” tutup Ekowati.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (lim/JPC)

Pengangguran di Sumsel, 9 Persen Lulusan SMK