alexametrics

Jogja 10K Digelar On Route dan Virtual Diikuti 1.000 Pelari

29 Oktober 2020, 17:05:18 WIB

JawaPos.com–Sebanyak 1.000 pelari memeriahkan lomba lari Jogja 10K yang kali ini digelar dengan cara berbeda sebagai bentuk adaptasi pada masa pandemi Covid-19. Lomba lari dilakukan on route dan virtual yang dapat diikuti di kota manapun.

Event Jogja 10K ini hadir dengan hal yang baru dan inspiratif. Peserta sangat dimudahkan, mereka diperbolehkan berlari di rute resmi yang sudah ditetapkan atau berlari secara virtual,” kata Penanggung Jawab Jogja 10K Sentanu Wahyudi seperti dilansir dari Antara saat pembukaan Jogja 10K di Jogjakarta, Kamis (29/10).

Kegiatan tersebut digelar selama empat hari bertepatan dengan libur panjang akhir Oktober yaitu sejak Kamis (29/10) hingga 1 November. Bagi peserta yang memilih berlari sesuai rute yang ditetapkan, Sentanu memastikan, panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Peserta mendapatkan kelengkapan berupa jersey, masker, face shield, dan perlengkapan penunjang lain. Rute lari diawali dari Hotel Grand Inna Malioboro mengelilingi kota Jogjakarta sejauh 10 kilometer dan kembali ke tempat start.

Event yang digelar pada masa pandemi ini akan memberikan kesan tersendiri untuk peserta yang mengikuti. Yang pasti, peserta harus berlari mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” ujar Sentanu Wahyudi.

Peserta yang sudah menyelesaikan race diwajibkan melaporkan hasilnya melalui aplikasi ke panitia untuk memperoleh medali. Selain Jogja 10K, juga digelar Jogja Ultra Charity 264K yang menjadi bagian dari rangkaian acara sekaligus memeriahkan peringatan hari ulang tahun ke-264 Kota Jogjakarta.

Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta terpilih yang masing-masing berlari sejauh 264 kilometer yang digelar sejak 28 Oktober hingga 1 November. Sebanyak 31 pelari tersebut akan berlari di rute Jogja 10K sebanyak 26 kali.

”Kegiatan ini didedikasikan untuk ulang tahun Kota Jogjakarta sekaligus menggalang donasi yang nantinya disumbangkan ke panti asuhan anak melalui Dinas Sosial Kota Jogjakarta,” terang Sentanu Wahyudi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi yang melepas peserta menyebut, Jogja 10K dapat dijadikan contoh kegiatan olahraga pada masa pandemi yang dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat. ”Berolahraga pada masa pandemi tetap dibutuhkan, tetapi harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Heroe.

Dia berharap, event tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kondisi kesehatan masyarakat saja tetapi juga memberikan dampak pada perekonomian di Jogjakarta.

Saksikan video menarik berikut ini

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads