alexametrics

Lion Air Jatuh, Korban Asal Tapteng Baru Rayakan Ultah Pernikahan

29 Oktober 2018, 17:50:49 WIB

JawaPos.com – Dewi boru Manik menangis sejadinya begitu mengetahui kabar pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10). Suaminya diketahui ikut di dalam pesawat tersebut.

Dewi Manik begitu terkejut saat menonton televisi pagi tadi. Perasaannya begitu hancur lebur. Karena Rudi Lumbantoruan tidak bisa dihubungi.

“Sudah lain perasaanku. Karena hingga sekarang tidak bisa dihubungi,” kata Dewi, Senin (29/10).

Lion Air Jatuh, Korban Asal Tapteng Baru Rayakan Ultah Pernikahan

Dewi tercatat tinggal di Gang Saroha, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Dia dan Rudi baru saja merayakan hari pernikahan yang ke 11 bersama dua anaknya.

Pada Minggu (29/10) siang, menjadi saat terakhir, Dewi bertemu dengan Rudi. Sang suami berangkat dari Sibolga menuju Kota Medan.

Para kerabat dan keluarga sudah berdatangan. Mencoba menghibur Dewi yang dirundung kesedihan mendalam.

Kesedihan juga menyelimuti orang tua mertua Rudi di Jalan Pelikan 7, Prumnas Mandala, Kota Medan. Ramlan Manik, 60 dan Tiala Boru Manullang, 62, menunggu mukzizat Tuhan agar menantunya itu selamat.

Rudi sempat memberikan kenang-kenangan kepada mertuanya itu. Bahkan rudi memberikan hadiah kepada adik iparnya yang akan melangsungkan pernikahan.

“Kata-kata yang saya ingat, Inilah dek untuk membeli sepatumu, mana tahu abang gak bisa datang, karena habis cutiku,” kata Ramlan menirukan ucapan korban.

Sehari-hari, Rudi bertugas sebagai Manajer Perkebunan di kawasan Pangkalpinang. “Kami masih menunggu kabar menantu saya. Kami berharap ada mukjizat dari Tuhan,” katanya.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dipastikan telah jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Pesawat tersebut semula dijadwalkan terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda TNI Muhammad Syaugi menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak sekitar pukul 06.50 WIB. Kordinat hilangnya disekitar Tanjung Karawang.

“Lost contact ada di atas sini (Tanjung Karawang, Red). Ini jaraknya dari kantor Jakarta 34 NM (nautical mile, Red), dari Tanjung Priok 25 NM dan dari Karawang 11 NM,” ujar Syaugi di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Saat hilang kontak, pesawat belum lama terbang setelah take off. Diperkirakan pesawat baru mencapai ketinggian 2.500 meter.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Lion Air Jatuh, Korban Asal Tapteng Baru Rayakan Ultah Pernikahan