alexametrics

Keluarga Korban Lion Air JT-610 Akan Terima Santunan dari Jasa Raharja

29 Oktober 2018, 20:12:27 WIB

JawaPos.com- Sejak nama Deryl Fida Febrianto, 22 masuk dalam manifes Lion Air JT-610, sejumlah teman, tetangga, saudara, bahkan PT Jasa Raharja datang melayat. Mereka mendatangi rumah duka di Jalan Simo Pomahan Baru gang 11 nomor 67, Senin (29/10). 

JawaPos.com yang juga sempat melayat ke rumah duka mendapat sekelumit tentang latar belakang Deryl. Ayah Deryl, Didik Setiawan, 43 dan tetangganya bernama Eko Dwi Wahyudi, 30 menceritakan bagaiamana sosok Deryl sehari-hari. 

Didik menceritakan, putra sulungnya itu pernah dua atau tiga kali mendaftar menjadi anggota TNI. Tanpa menyebut kapan, Didik mengatakan kalau Deryl sempat mendaftar sebagai anggota TNI AU di Bandung. 

Keluarga Korban Lion Air JT-610 Akan Terima Santunan dari Jasa Raharja
Ilustrasi Jatuhnya Lion Air JT-610. (Kokoh Praba Wardani/ JawaPos.com)

Namun, Deryl harus mengubur cita-citanya tersebut. Entah apa sebab gagalnya, Didik juga tidak menceritakan. Hanya, setelah gagal, Deryl lalu banting setir ke dunia pelayaran. “Karena cita-citanya memang jadi tentara. Tapi gagal sampai 2 atau 3 kali, saya lupa. Sudah keterima kerja di PT Pelni, lalu ikut tes pelayaran,” kenang Didik.

Didik tetap berharap, ada keajaiban untuk putra kesayangannya. “Harapan saya mudah-mudahan ada keajaiban. Ya, apakah dia berenang atau apa, karena Deryl bisa renang,” tambahnya.

Tak hanya dunia pelayaran. Keseharian Deryl juga tak jauh dari air. Eko mengatakan, tetangganya yang humoris itu punya hobi mancing di tambak. Dia mengetahui hal itu sejak dua tahun lalu. 

Sekitar sebulan lalu, Eko mengaku mulai mengenalkan kegiatan memancing ikan di laut. Sejak saat itu, Deryl menjadi semakin gemar memancing bersamanya. Lokasinya berpindah-pindah. “Kadang mancing di Pantai Tamban, Malang Selatan. Terakhir, seminggu lalu, kami mancing di bawah dermaga Pelabuhan Gresik,” tutur Eko. 

Namun, hobi mancing Daryl tak berlangsung lama. Eko mengaku mendapat pesan via WhatsApp dari Deryl, Jumat lalu (26/10). Dia menirukan isi pesan WhatsApp yang mengatakan kalau Deryl harus berhenti memancing karena alasan pekerjaan. 

Ngakune nang aku, nang Jakarta ngurus kelengkapan berkas. Jarene ate sekolah layar. Jumat wingi pamit nang aku. Jarene, sementara aku off mancing disek mas. Aku budal. Saiki aku nang Bekasi (Ngakunya ke saya, ke Jakarta mengurus kelengkapan berkas. Katanya mau sekolah layar. Jumat sempat pamit ke saya. Katanya, sementara aku berhenti mancing dulu mas. Aku berangkat. Sekarang aku di Bekasi, Red),” kata Eko menirukan isi pesan WhatsApp dari Deryl. 

Luthfiani Eka Putri, 23 membenarkan hobi suaminya itu. Luthfiani menuturkan, Deryl tergabung dalam klub mancing bernama Surabaya Fishing Club (SFC). Namun, dia tidak menceritakan sejak kapan suaminya bergabung pada klub itu. “Mas Deryl suka mancing. Ikut club SFC,” ucap Luthfiani lalu menangis mengenang suaminya. 

Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Jasa Raharja Jawa Timur Yudi Prastowo mengatakan, akan memberikan santunan kepada ahli waris korban (Luthfiani). Jika benar ditanyatakan meninggal, jumlah santunannya, sebesar Rp 50 juta. 

Namun, jika saat korban ditemukan dalam keadaan belum meninggal, Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar Rp 20 juta. Plus, santunan pertolongan pertama (P3K) sebesar Rp 1 juta dan ambulan Rp 500 ribu. 

“Itu sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 15 dan 16 tahun 2018. Tapi, kami masih menunggu kepastian (kondisi korban) dahulu. Kalau sekarang, kami belum berani. Karena, (korban) masih dalam proses pencarian,” kata Yudi. 

Yudi menjelaskan, teknisnya, pihak Jasa Raharja sendiri yang akan jemput bola. Mereka akan menransfer santunan kepada ahli waris melalui rekening Bank BRI. “Kami jemput bola. Kami proaktif. Mudah-mudahan, Badan SAR Nasional dapat menemukan korban secepatnya. Sehingga, dapat segera kami proses,” jelasnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Keluarga Korban Lion Air JT-610 Akan Terima Santunan dari Jasa Raharja