alexametrics

Duka Lion Air JT-610, Fajri Diminta Pulang Sekolah Lebih Awal

29 Oktober 2018, 17:10:21 WIB

JawaPos.com – Fajriansyah Mahdi, remaja berusia 16 tahun berusaha terlihat tegar, sementara Septiana Nurul, 21, menjawab dengan suara yang sedikit bergetar saat dikonfirmasi wartawan. Keduanya merupakan anak dari Joyo Nuroso, 50, salah seorang pegawai Kementerian Keuangan yang namanya tercantum dalam daftar penumpang pesawat Lion Air JT-610.

“Tadi pagi sudah sampai sekolah, tapi dijemput sama om siang (sebelum jam sekolah berakhir). Disuruh pulang, tapi nggak tahu alasannya apa. Tanya ibu, masih syok,” ujar Fajriansyah saat dijumpai di kediamannya, Kampung Batik Krajan, RT 7 RW 2 Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur, Senin (29/10).

Fajri yang penasaran, lantas mencari tahu alasan mengapa ia diminta pulang lebih cepat. Lewat internet, ia mendapati pemberitaan mengenai jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. “Di situ saya lihat ada nama bapak saya,” katanya sambil terlihat mencoba kuat.

Lion Air Jatuh
ILUSTRASI: Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Kendati demikian, ekspresi setengah percaya tetap tercermin dari wajah Fajriansyah. Pasalnya, ia sendiri masih sempat bercengkrama dengan ayahandanya pada Minggu (28/10) kemarin. “Bapak kemarin Sabtu (27/10) pagi itu pulang ke Semarang. Sorenya ke Pekalongan ada acara. Minggu balik lagi jam tiga sore ke Semarang,” sambung murid kelas XI SMAN 6 Semarang ini.

Minggu malamnya, adalah tugas anak kedua Joyo itu mengantar ayahnya ke Stasiun Tawang. Sebagaimana dikatakan Fajri, perjalanan Semarang-Jakarta memang biasa ayahnya tempuh dua minggu sekali setiap sesudah pulang ke rumah. 

“Sampai di Jakarta, lalu ke Pangkal Pinang pakai penerbangan. Biasanya, bapak sampai Jakarta itu ngabarin ibu. Tapi ini sampai siang, Bapak nggak ngabarin. Ibu juga nggak kepikiran. Ibu baru tahu pas tadi ada saudara datang ke rumah memberitahu info itu,” kata anak kedua dari empat bersaudara ini.

Sementara Septiana Nurul, putri pertama dari Joyo Nuroso, hanya bisa mencoba berpikir positif. Harapannya, sama seperti sang Ibu, Ana Rohmawati 49, dan anggota keluarga lainnya, bahwa ayahnya selamat dari kecelakaan pesawat itu. Sementara Irsyad Fadhilah, 15, sang anak ketiga tak banyak berbicara seolah masih kaget dengan segala pemberitaan beredar.

“Semoga bapak tidak kenapa-kenapa. Kami di sini masih menunggu beliau untuk pulang. Karena anak-anaknya masih kecil-kecil juga, masih membutuhkan bimbingan bapak,” kata perempuan berjilbab ini.

Sementara, di dalam rumah Joyo sendiri terlihat beberapa anggota keluarga dan kerabat lainnya duduk berkumpul di ruang depan. Tak sedikit yang mencoba menenangkan Fajri serta saudara-saudarinya. Bagaimanapun, kursi-kursi plastik sudah tertata rapi di jalanan depan depan kediaman Joyo dan Ana.

“Minta tolong dikabari ya mas kalau ada info update dan sebagainya. Ini kita juga sambil menunggu kabar dari teman-teman bapak,” tutupnya.

Sebelumnya, Kabar naas tersiar dari dunia penerbangan Indonesia. Pesawat Lion Air JT-610 tujuan Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh saat masih berada di daerah Jawa Barat. Burung besi itu diketahui saat lepas landas mengangkut 181 penumpang, termasuk di dalamnya sejumlah pegawai Kemenkeu.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Duka Lion Air JT-610, Fajri Diminta Pulang Sekolah Lebih Awal