JawaPos Radar

Gempa Donggala Disebabkan Aktifitas Sesar Palu Koro

29/09/2018, 03:31 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat ditemui di kantor BMKG Jogjakarta, Jumat (28/9) malam. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gempa bumi tektonik yang berpusat di 26 km utara Donggala, Sulawesi Tengah disebabkan karena aktifitas sesar Palu Koro. Guncangannya yang sangat dirasakan oleh masyarakat itu karena memang benar-benar berada di daratan, di kota dan kabupaten setempat.

"Patahan itu benar-benar di kota kabupaten. Masih kami analisis kapan terakhir (terjadi ) gempa (dengan kekuatan besar di lempengan itu)," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat ditemui di kantor BMKG Jogjakarta, Jumat (28/9) malam.

Gempa tektonik yang berkekuatan magnitudo 7,4 dengan kedalaman 11 kilometer terjadi pada pukul 17.02 lebih 44 detik WIB, atau 18.02 lebih 44 detik WITA itu juga menurutnya kekuatan yang dirasakan melebihi gempa Lombok. Yaitu terjadi pada 6 Agustus lalu dengan kekuatan 7,8 magnitudo.

Lanjut Dwikorita, ketika ancaman sesar Palu Koro ini dibandingkan dengan lempengan Eurasia juga masih memerlukan analisis berbagai faktor mengenai mana yang lebih besar bahayanya. Lempeng yang berada lautan selatan Jawa, menurutnya berjarak sekitar 250 kilometer dari Pulau Jawa.

"Lempengan selatan Jawa jaraknya 250 kilometer dari pantai selatan Jawa, jadi itu lebih jauh. Kalau ini kan memang berada di kabupaten kota," kata dia.

Dikatakannya, gempa ini awalnya terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan magnitudo 6. Kemudian terus mengalami gempa hingga pukul 20.00 WIB, dengan jumlah 22 kali.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,4 yang menyebabkan tsunami pada pukul 17.02 WIB itu pun bukan gempa yang berada di titik sama pada pukul 14.00. "Titiknya berbeda, tapi lokasi pusat gempanya berdekatan. Bukan gempa susulan," ucapnya.

Berdasar data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia. Serta setidaknya 10 orang luka dan puluhan rumah rusak.
Evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan.

(dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 29/09/2018, 03:31 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 29/09/2018, 03:31 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 29/09/2018, 03:31 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 29/09/2018, 03:31 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 29/09/2018, 03:31 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 29/09/2018, 03:31 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 29/09/2018, 03:31 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up