JawaPos Radar

CPO Tumpah ke Laut, Perairan Pelabuhan Teluk Bayur Tercemar

29/09/2017, 10:38 WIB | Editor: Ilham Safutra
Teluk Bayur tercemar
Tumpahan puluhan ton CPO di kawasan Teluk Bayur membuat laut jadi tercemar (SY RIDWAN/PADANG EKSPRES)
Share this

JawaPos.com - Perairan Pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tercemar. Hal itu akibat tumpahan puluhan ton Crude palm oil (CPO) yang keluar dari pipa tangki milik PT Wira Inno Mas (WIM).

Diperkirakan puluhan ton CPO yang tumpah ke laut. Pemiliknya diminta bertanggung jawab dengan segera menyedot minyak tersebut serta memulihkan lingkungan yang terdampak.

Tumpahnya CPO itu menarik perhatian banyak pihak, mulai pihak Pelindo II Teluk Bayur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar dan Kota Padang, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Lantamal II Teluk Bayur, polsek kawasan pelabuhan, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), hingga Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar.

Teluk Bayur tercemar
Tumpahan puluhan ton CPO di kawasan Teluk Bayur membuat laut jadi tercemar (SY RIDWAN/PADANG EKSPRES)

Berdasar pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di lapangan beberapa saat setelah terjadinya peristiwa itu, pihak dari instansi-instansi tersebut berdatangan di lokasi tumpahnya CPO. Ada di antara mereka yang mengambil sampel air laut dan CPO yang tumpah serta mengambil foto lokasi.

Pengelola PT WIM Gunawan Ginting menduga, minyak itu tumpah ke laut karena adanya pipa yang bocor. "Sekarang kami masih menyelidiki kebocoran pipa tersebut. Ini merupakan sebuah bencana bagi kami. Kami bersama tim masih konsentrasi penyelamatan awal agar tumpahan minyak sawit itu tidak meluas," ujar Gunawan.

Humas PT Pelindo II Teluk Bayur Muhammad Taufik mengungkapkan, CPO dari salah satu tangki timbun milik PT WIM tumpah ke laut dekat Pelabuhan Teluk Bayur. Perusahaan itu menjadi salah satu mitra kerja PT Pelindo.

''Langkah awal kami mengantisipasi agar tumpahan minyak sawit mentah itu memasang dua unit oil boom yang setiap unit memiliki panjang sekitar 250 meter. Jadi, secara keseluruhan, lokasi yang kami lokalisir mencapai 500 meter,'' kata Taufik.

Upaya melokalisasi tumpahan minyak sawit mentah itu memberikan tempat bagi kapal yang akan sandar. Sebab, tumpahan minyak tersebut sudah sampai dermaga. ''Makanya, harus dikeluarkan supaya kapal bisa sandar,'' lanjut Taufik. 

(zil/cr17/c4/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up