JawaPos Radar

Waketum Gerindra: #2019GantiPresiden Sudah Sopan Banget, Kok Dilarang

29/08/2018, 19:25 WIB | Editor: Budi Warsito
Waketum Gerindra: #2019GantiPresiden Sudah Sopan Banget, Kok Dilarang
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono saat dijumpai di Kampus Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sultan Agung, Semarang, Rabu (29/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono menyebut, pemerintahan sekarang cenderung represif. Pernyataannya ini disampaikannya, berkaitan dengan pro kontra gerakan deklarasi #2019GantiPresiden.

Ferry mengatakan, gerakan ini adalah manifestasi menyatakan pendapat di muka umum yang dilaksanakan dalam bentuk demonstrasi dan diatur dalam Undang-Undang. Hal inilah yang menurutnya harus dimengerti dan dihormati oleh masing-masing pihak.

"Kita harus menghormati aturan itu, sehingga kita tidak bisa terima dalam era demokratis seperti sekarang pihak penguasa menggunakan instrumen-instrumen demokratis untuk membungkam kegiatan demokratis itu sendiri," ujarnya saat dijumpai di Kampus Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sultan Agung, Semarang, Rabu (29/8).

Ferry turut menyesalkan sikap pemerintah saat ini yang menurutnya justru melibatkan jajaran penegak hukum seperti kepolisian atau bahkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membubarkan aksi #2019GantiPresiden. Seperti di Pekanbaru dan Surabaya beberapa waktu lalu.

"Menurut saya sudah kurang ajar. Rakyat lawan aja deh, enggak perlu takut dengan begituan. Makin ditekan, makin membuat rakyat akan melawan," sambungnya.

Ketika disinggung apakah pola pemerintahan macam ini serupa dengan apa yang dijalankan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dulu, ia punya jawaban sendiri. Seperti diketahui, Ferry sendiri pernah ditahan tahun 2008 lalu karena berbagai tuduhan dalam aksi demonstrasi yang melibatkannya.

"Kalau dulu saya ditahan kan nyebut-nyebut nama SBY. Lha ini nama Jokowi (Presiden Joko Widodo) disebut saja nggak kok," jelasnya.

Sehingga, ia pun menilai dalam hal ini pemerintah cenderung bersikap terlalu represif. "Lagian kenapa misalnya mau demonstrasi turunkan Jokowi, emang nggak boleh? Boleh kan? Turunkan SBY, boleh kan? Ini #2019GantiPresiden sudah sopan banget, kok masih dilarang," tegasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up