JawaPos Radar

Rekonstruksi Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok Dikebut

29/08/2018, 20:40 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Luhut Binsar Pandjaitan
WISATA: Konferensi pers usai rapat koordinasi bertema 'Memperkuat Sinergi dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas' di Jogjakarta, Rabu (29/8). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lebih dari 75 ribu rumah rusak akibat bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan bantuan masing-masing Rp 50 juta. Pemerintah pun telah menyiapkan segala keperluan masyarakat yang terkena gempa dan akan segera dibangun untuk pemulihan pascabencana.

"Proses rekonstruksi pembangunan rumah rusak sudah mulai dilakukan. 1 September nanti sudah mulai efektif," kata Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, saat konferensi pers Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (BI) secara tertutup di Hotel Royal Ambarukmo Jogjakarta, Rabu (29/8).

Persiapan yang dilakukan terkait rekonstruksi rumah rusak, imbuhnya dari mulai penyediaan tenaga tukang, kemudian bahan materialnya juga dibeli dari daerah yang terkena gempa itu. "Bahan bangunan juga (beli) di situ. Sehingga harganya tidak di-mark up dan disiapkan pendampingan," katanya.

Dalam menghadapi musibah itu, Pemerintah pun tidak menetapkan sebagai bencana nasional. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, yaitu di Bali akibat letusan Gunung Agung menyebabkannya turis-turis menurun kunjungan ke Bali dan mereka yang sudah terlanjur datang pun pergi. Terlebih untuk gempa di Lombok ini salah satu lokasi wisata, yaitu di Mandalika tidak terkena dampak.

"Bencana nasional maka yang menderita rakyat kita bersama. Penanganan turis di Lombok sudah mulai jalan. Mandalika tidak kena dengan gempa itu," ucapnya.

Ia juga menyebut, saat ini sudah ada turis yang berkunjung ke Lombok pascagempa. Salah satunya wisata yang berada di Gili Trawangan.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up