JawaPos Radar

Polisi Akan Panggil Mantan Wali Kota dan Sekda Depok Sebagai Tersangka

29/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Polisi Akan Panggil Mantan Wali Kota dan Sekda Depok Sebagai Tersangka
Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Kota Depok. Ia diduga terlibat dalam skandal korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). (instagram Hardiantono)
Share this

JawaPos.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tidak akan mengambil alih  kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok dengan tersangka mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi dan mantan Sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto. Sehingga, kasus korupsi tersebut tetap ditangani Polres Metro Kota Depok.

"Depok itu jago, Depok, Polda sama saja. Kenapa meragukan Depok? toh penyidik handal, hebat," ujar Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan, Rabu (29/8).

Meski kasus ditangani Polres Metro Kota Depok, Adi mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan jika memang dibutuhkan. Apalagi pihaknya berperan sebagai pembina teknis dalam hal ini.

"Informasi ini harus bulet, harus tanya Polres Depok. Saya sebagai pembina teknis pasti bantu. Tidak usah permintaan, saya pantau perkembangan kasusnya," kata dia.

Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka korupsi atas pembebasan Jalan Nangka tahun anggaran 2015 oleh Polresta Depok. Kala itu, Nur Mahmudi menjabat wali kota. Polisi juga telah menetapkan Hari Prihanto, mantan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok, sebagai tersangka.

Penyidik pun memastikan akan segera memanggil keduanya. Keduanya akan dipanggil pertama kali sebagai tersangka. Namun, polisi belum memastikan kapan hal tersebut akan dilakukan. "Pastinya akan ada (pemanggilan sebagai tersangka)," pungkas dia.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up