JawaPos Radar

Pembangunan Bandara Kulon Progo, Luhut: Warga Jangan Hanya Sekuriti

29/08/2018, 21:20 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Luhut Binsar Pandjaitan
WISATA: Konferensi pers usai rapat koordinasi bertema 'Memperkuat Sinergi dalam Akselerasi Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas' di Jogjakarta, Rabu (29/8). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang selama ini dilakukan, harus juga memberdayakan masyarakat lokal. Agar mereka juga merasakan dampak positifnya dalam waktu jangka panjang.

Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mencontohkan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Memang masyarakat lokal di sana diberdayakan dengan mengisi posisi sekuriti. Namun menurutnya itu masih kurang. "Jangan hanya sekuriti. Bisa juga air traffic control (pemandu lalu lintas bandara). Apa lagi yang bisa, warung," kata dia, saat konferensi pers Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (BI) secara tertutup di Hotel Royal Ambarukmo Jogjakarta, Rabu (29/8).

Selain itu juga harus dilakukan pengembangan wilayah di daerah itu. Semisal air minumnya harus memakai produk lokal yang diambil dari Perbukitan Menoreh.

"Wajib dengan memakai airku (merek produk air lokal) tapi dengan pH diperkaya agar lebih. Rakyat jadi menikmati perkembangan wilayahnya," katanya.

Pembangunan seperti ini, otomatis akan mendongkrak sektor pariwisata. Yang memang terbesar penyumbang devisa dan lapangan kerja, setelah sawit dan batubara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan, NYIA ini diproyeksi mendatangkan turis lebih banyak dari Bali. Jika di Pulau Dewata itu per tahun 10-12 juta, tapi di bandara baru Kulon Progo tersebut mencapai berkapasitas 15 kita turis per tahun. "Kita dengan NYIA ini Jogja, Jateng akan menyaingi Bali," katanya.

Tak hanya di Kulon Progo, daerah lain pun diberlakukan kebijakan seperti itu pula. Seperti pengembangan di Danau Toba yang dijadikan pilot project untuk mengelola angkutan antar kota.

"Di Danau Toba dijadikan satu tempat percontohan pengelolaan sungai dan danau. Dikelola bersama secara profesional. Ada 3 terminal dermaga, 2 kapal besar," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up