Pak Eko, Polisi Viral itu Tetap Bahagia Meski Belum Punya Momongan

29/08/2018, 12:12 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Pak Eko menunjukkan beberapa benda tajam yang biasa dilempar ke balok kayu. Video melempar itu menjadi viral (DIDA TENOLA/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Bagi kebanyakan orang, kurang lengkap rasanya hidup berumah tangga tanpa kehadiran buah hati. Itu juga yang dirasakan oleh AKP Eko Hari Cahyono, polisi yang viral karena ketangkasannya melempar berbagai benda tajam. Namun, puluhan tahun mengarungi mahligai rumah tangga, Eko masih belum dikarunai momongan oleh Yang Maha Kuasa.

Saat ditanya JawaPos.com, soal buah hatinya, Eko tetap menjawab santai. Sama sekali tidak ada beban saat Eko menjawab pertanyaan itu. Meskipun jika kita mendengar jawabannya, bisa jadi hati ini langsung terasa getir. ”Alhamdulillah sampai saat ini belum diberi kepercayaan (diberi momongan), mas. Setiap hari bisa pacaran sama istri,” kelakar Eko.

Menikahi Ipda Isro’iyah pada 1996 silam, Eko menganggap hidupnya tetap berwarna meski tanpa anak. Eko tetap legowo. Walau dalam hati kecilnya, ingin memiliki anak. Dia masih bisa bahagia karena sang istri selalu memberikan support atas apa yang dia lakukan.

Pak Eko menunjukkan kemampuannya kepada Jawa Pos untuk melempar berbagai benda tajam (DIDA TENOLA/JAWA POS)

Itulah kenapa, bagi Eko, siapapun bisa jadi anaknya. Para siswa yang dilatihnya juga dianggap layaknya anak kandung sendiri. Makanya, dia dikenal begitu dekat saat menjadi instruktur. Eko sangat dihormati saat bertugas, sekaligus menjadi teladan layaknya ayah bagi siswa-siswanya di luar masa pendidikan.

Para siswa itulah yang selalu membuat Eko tersenyum. ”Anak saya itu ada banyak. Bisa dibilang saya ini papi sejuta anak, semiliar cucu. Ya anak-anak yang saya latih itu,” tambah Eko lalu tersenyum.

Selain para siswanya, Eko juga menganggap para bocah yang mengisi suara pada videonya sebagai anak sendiri. Itu loh, anak-anak yang meneriakkan: Masook Pak Eko, pada video yang viral. Keakraban yang hangat itu terlihat jelas saat Eko bercengkrama dengan bocah-bocah itu.

Eko juga sering memberi petuah kepada mereka agar tetap rajin belajar. Sebaliknya, para bocah yang juga tinggal di komplek rumah dinas Pusdik Sabhara Polri itu, juga sangat lengket dengan Eko.

Eko mengatakan, dia selalu bersyukur dengan segala kondisi yang dimilikunya saat ini. Sudah tak terhitung penghargaan yang diterima karena keterampilan yang dimilikinya sebagai anggota polisi. Baginya, penghargaan terbesar adalah hidupnya saat ini.

”Saya bisa sehat itu penghargaan. Bisa ngelatih anak-anak itu penghargaan. Alhamdulillah,” ucap polisi asal Ponorogo itu. 

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi