JawaPos Radar

Indonesia Miliki Terlalu Banyak Perguruan Tinggi

29/08/2018, 02:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Indonesia Miliki Terlalu Banyak Perguruan Tinggi
Di Indonesia terlalu banyak perguruan tinggi. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan namun sayangnya tak semua universitas memiliki kualitas yang bagus (Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Di Indonesia terlalu banyak perguruan tinggi. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan namun sayangnya tak semua universitas memiliki kualitas yang bagus.

Rektor Telkom University Mochamad Ashari mengatakan, jumlah perguruan tinggi di Indonesia memang terlalu banyak. Jumlahnya sekitar 4.900 bahkan bertambah tiap tahun.

"Di malaysia saja perguruan tinggi hanya 300-an. Jadi di Indonesia itu jumlahnya sudah terlalu banyak," katanya, Rabu, (29/8).

Perguruan tinggi banyak namun memiliki jurang perbedaan luar biasa. Ada akademi isinya hanya dua prodi, mahasiswanya kurang dari 100 orang. Ada juga perguruan tinggi yang bagus dengan 31 prodi dan mahasiswa puluhan ribu. "Gapnya luar biasa."

Perguruan tinggi itu, terang Mochamad, susah hidup kalau mahasiswanya di bawah 3.000. Apalagi di bawah 100. Makanya Kemenristek Dikti minta perguruan tinggi banyak yang dimerger.

Menurutnya, merger perguruan tinggi tak mudah karena pemiliknya beda. Apalagi merger perlu ada penyatuan aset. "Menyatukan mahasiswa dari perguruan tinggi yang berbeda itu sangat susah karena perbedaan budaya."

Namun ini tak berarti merger tak bisa dilakukan. Budaya penelitian itu bisa jadi pemersatu.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah Empat Jabar Banten, Uman Suherman mengatakan, anjuran merger dilakukan karena perguruan tinggi di Indonesia terlalu banyak. Hanya 1,6 persen perguruan tinggi yang unggul artinya punya akreditasi A.

"Bagi perguruan tinggi yang pelajarnya sedikit, dosennya kurang, tata kelolanya tak bagus maka harus merger untuk memperbaiki kualitasnya," ujar Uman.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up