Nikmati Karnaval Etnik, Menko Luhut: Banyuwangi Paten!

29/07/2018, 20:19 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Menko Luhut B. Panjaitan (baju putih) di Banyuwangi Ethno Carnival, Minggu (29/7) (Pemkab Banyuwangi for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Banyuwangi punya banyak cara untuk mengenalkan potensi pariwisata. Salah satunya, lewat Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang sudah digelar selama delapan tahun berturut-turut. Dari ribuan wisatawan dan warga yang mengikuti karnaval etnik, Minggu (29/7), tampak Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Menko Luhut di ujung sesi karnaval tampak antusias berjalan bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dia menyusuri jalanan sepanjang sekitar 3 kilometer. Luhut puas, dia memberi acungan jempol atas kiprah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata.

"Saya terkesan dan sangat menikmati. Kebersamaan pemerintah dan rakyat menyatu di karnaval ini. Banyuwangi memang paten," kata Luhut. Dalam bahasa khas Medan, paten berarti hebat.

Langkah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata, dinilai Luhut sudah sangat tepat. Sebab, sampai saat ini sektor pariwisata menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar setelah sektor energi. Tak lama lagi, diprediksi menjadi sumber penerimaan terbesar negara.

“Pariwisata ini efektif menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi. Dan itu terbukti di Banyuwangi,” kata Luhut.

Dia menambahkan, pemerintah pusat juga terus mengebut pembangunan infrastruktur wisata di Banyuwangi. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini telah ditetapkan sebagai daerah penyangga Pertemuan Tahunan IMF-World Bank yang diikuti 17.000 delegasi seluruh dunia, Oktober mendatang di Pulau Bali. Sebagian delegasi itu bakal mendarat dan berwisata di Banyuwangi.

Pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp 50 miliar untuk memperbaiki infrastruktur kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang mempunyai padang rumput eksotis serta Pantai Plengkung dengan ombak terbaik di dunia untuk selancar. Selain itu, ada perbaikan infrastruktur ke kawasan Kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena alam api biru (blue flame) yang telah mendunia.

“Presiden Jokowi sangat concern mendorong pengembangan wisata daerah sebagai pintu pembuka kesejahteraan rakyat,” kata Luhut.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat ke Banyuwangi. Berkat dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kerja kolektif bersama rakyat, Banyuwangi terus tumbuh. Sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut.

Dalam tujuh tahun terakhir, sebut Anas, kemiskinan melorot drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen menjadi Rp 45 juta per orang per tahun pada 2017 dibanding posisi 2011.

“Jadi kami bersyukur pendapatan per kapita warga Banyuwangi rata-rata sudah di atas USD 3.000 per tahun, level itu yang sering dikategorikan sebagai bagian dari kelas menengah. Tugas menantang ke depan adalah semakin mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa, yang terus kita upayakan antara lain lewat program Smart Kampung,” ujar Anas.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi