JawaPos Radar

Gunung Agung Batuk Sejak Kemarin, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

29/06/2018, 11:24 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Gunung Agung Batuk Sejak Kemarin, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup
Ilustrasi bandara. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terpaksa harus ditutup hari ini, Jumat (29/6). Pasalnya, Gunung Agung mengeluarkan asap dan abu vulkanik sejak kemarin sehingga menutupi ruang udara koordinat bandara tersebut.

"Diputuskan penutupan bandara. Untuk selanjutnya di terbitkan NOTAM," ujar Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Jumat (29/6).

Keselamatan menjadi faktor utama. Beberapa operator pun telah membuat keputusan untuk membataljan penerbangan. Total ada 48 penerbangan dengan penumpang 8.334 orang yang dibatalkan.

Terdiri dari 38 penerbangan internasional dengan 6.611 penumpang dan 10 penerbangan domestik dengan 1.723 penumpang. "Maskapai penerbangan yang membatalkan penerbangan adalah Air Asia, Jet Star, Qantas, dan Virgin," tuturnya

Sementara itu hasil pantauan visual di Pos Pengamatan Gunung Agung  PVMBG di Rendang, hingga pukul 06.00 WITA tadi, Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanik dan kawah menyala api berwarna kemerahan dengan intensitas stabil dan tinggi kolom abu mencapai 2.500 meter.

"Status masih tetap siaga. Belum ada kenaikan status. Belum dapat diperkirakan sampai berapa lama durasinya efusifnya. Saat ini masih terdeteksi microtremor pada alat seismograf PVMBG yang mengindikasikan adanya pergerakan magma ke permukaan," jelas Sutopo.

Secara seismik teramati peningkatan amplitudo seismik secara cepat dalam tempo 12 jam terakhir. Kegempaan didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang dimanifestasikan di permukaan dengan hembusan mengeluarkan emisi gas dan abu vulkanik. Hujan abu juga terjadi di beberapa daerah di barat dan barat daya Gunung Agung.  

Wilayah yang terpapar abu sementara terjadi di wilayah Purage, Pempatan Rendang, Keladian, Besakih, Br. Beluhu, Desa Suter karena dominan angin dan abu mengarah ke barat.

Secara deformasi teramati inflasi sejak 13 Mei 2018 hingga saat ini dengan uplift sekitar 5 mm. Hal ini mengindikasikan masih adanya pembangunan tekanan oleh magma di dalam tubuh Gunung Agung. "Hingga saat ini, inflasi tubuh Gunung Agung masih belum mengalami penurunan," bebernya.

Sementara itu, radius berbahaya tetap di dalam radius 4 km dari puncak kawah. Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung melakukan evakuasi mandiri. Sebanyak 309 jiwa masyarakat mengungsi yang berada di 3 titik pengungsi yaitu di Dusun Tegeh Desa Amerta Bhuana, Banjar Dinas Galih Desa Jungutan dan Banjar Desa Untalan Desa Jungutan di Kabupaten Karangasem.

"Masyarakat dihimbau tetap tenang. BNPB terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, PVMBG, BMKG, BPBD, Pemda Bali, dan lainnya," pungkas Sutopo.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up