JawaPos Radar

Kabur Dari Polisi, Residivis Sadis Ditembak

29/05/2016, 13:43 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kabur Dari Polisi, Residivis Sadis Ditembak
Ilustrasi (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com BONTANG - Yohanes Hutauruk (36), residivis yang menjadi penjambret sadis di Jalan S Parman, dekat traffic light Bontang Plaza, Kalimantan Timur (Kaltim) dilumpuhkan aparat Satreskrim Polres Bontang.

Dia terpaksa ditembak oleh tim gabungan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bontang dan Unit Reskrim Polsek Bontang Utara, karena berusaha kabur saat petugas meminta dia menunjukan barang bukti di rumahnya, Sabtu malam (28/5), sekitar pukul 18.30 Wita.  Kini dia terpaksa menjalani perawatan di RS.

Yohannes yang merupakan  warga Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu sembelumnya melakukan penjambretan di Jalan S Parman, dekat traffic light Bontang Plaza, Kamis (26/5) lalu.

Saat beraksi ini membuat sang korban nyaris tewas. Sebab, Kamis sekira pukul 10.30 Wita lalu dia menjambret seorang ibu rumah tangga bernama Anis (29) yang sedang berkendara. Ketika itu korban juga memboncengi anaknya yang masih 2,5 tahun.

Saat tas milik korban dijambret oleh pelaku, korban terjatuh dari motornya hingga terseret beberapa meter di dekat traffic light hingga depan hotel CB. Akibat kejadian itu Korban mengalami luka parah dan harus menjalani observasi di RS Pupuk Kaltim.

Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Ade Harri Sistriawan mengatakan, tersangka ditangkap di Jalan Awang Long, depan Makodim 0908/BTG, saat sedang menjemput istrinya yang bekerja.

“Tersangka merupakan residivis kasus yang sama (jambret, Red.) dan sempat menjalani hukuman penjara,” kata  ditemui di RSUD Taman Husada Bontang yang dilansir dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Minggu (29/5).

Disebutkan Ade, tersangka pernah ditangkap dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun akibat menjambret pada tahun 2012 lalu.

Ade menjelaskanm, terkait penangkapan sabtu (28/3), anggota polisi meminta tersangka menunjukkan barang bukti yang disimpannya di rumah. Namun setiba di rumah, ternyata tersangka melarikan diri.

Tak mau kehilangan jejak, tim penyidik langsung memberondong tersangka dengan timah panas. Dua proyektil pun bersarang tepat di kedua betis tersangka. Bapak dua anak itu tumbang. Tersangka langsung dilarikan ke RSUD Bontang.

“Saat ditangkap, tersangka mengaku jika barang bukti hasil curas (pencurian dengan kekerasan alias jambret, Red.) disimpan di rumah. Namun, saat hendak mengecek ke rumah tersangka, ternyata tersangka kabur. Kami sudah mengeluarkan tembakan peringatan tapi tidak diindahkan. Akhirnya, kami terpaksa melumpuhkan tersangka,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah terlibat penjambretan di Jalan S Parman. Saat beraksi itu korbannya mengalami luka-luka akibat terjatuh dari motor dan terseret.

“Kasusnya masih kami dikembangkan. Yang pasti, tersangka mengakui telah menjambret wanita (Anis, Red.) di depan Bontang Plaza (dekat traffic light, Red.). Namun, tidak menutup kemungkinan kasusnya akan berkembang, tergantung dari hasil pemeriksaan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 365 KUHP yang terancam hukuman penjara seumur hidup atau mati. (gun/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up