alexametrics

Pengakuan 2 Pembunuh Calon Pendeta: Kami Diejek Jelek

29 Maret 2019, 21:14:31 WIB

JawaPos.com – Kedua pelaku pembunuhan calon pendeta, Melindawati Zidame, 24, ditangkap anggota gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI. Kedua pelaku, Hendri, 18, dan Nang, 20, mengaku dendam kepada korban karena diejek jelek.

Berdasarkan keterangan tersangka, aksi tersebut dilatarbelakangi dendam dan asmara. Kedua tersangka sempat diejek oleh korban.

“Kami diejek jelek sama dia (korban),” kata tersangka Nang saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (29/3).

Mendapat ejekan tersebut, dirinya pun dendam. Ditambah lagi ia dan Hendri sangat menyukai korban. Karena itu, dirinya berniat untuk memperkosa korban.

Ia dan Hendri pun merencanakan penghadangan tersebut selama seminggu. Sebelum kejadian, dirinya bersama Hendri mencari karet ban untuk digunakan mengikat korban.

Disaat kejadian, Senin (25/3) mereka mendapatkan dua balok kayu tersebut dipinggiran perkebunan dan digunakannya untuk menghadang korban.

Dengan menggunakan penutup kepala dirinya bersama Hendri menyeret korban ke dalam areal perkebunan sawit.

“Rencananya mau diperkosa Pak, tapi korban lagi men (menstruasi),” terangnya.

Karena itu, dirinya menggunakan jarinya. Namun, korban pun memberontak hingga akhirnya penutup muka mereka terlepas dan diketahui korban.

Karena itu, muncul niat untuk membunuh korban. Ia pun mendiskusikannya dengan Hendri dan akhirnya disetujui untuk membunuh korban.

Usai membunuh korban, mereka pun membuangnya di semak-semak yang tinggi dan pulang dengan membawa tas serta telepon genggam korban.

“Kami tidak berniat membunuhnya Pak, tapi karena ketahuan maka kami membunuhnya,” terangnya.

Dirinya pun menyesali perbuatannya tersebut. Ia mengakui memang telah tertarik dengan korban sejak lama karena kecantikakannya.

Mereka bersama korban pun berada di lokasi yang sama yakni divisi 4. Mereka bekerja sebagai buruh panen perkebunan sawit. “Saya sangat menyesal pak,” singkatnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ini terancam dengan Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan disertai pembunuhan dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Pengakuan 2 Pembunuh Calon Pendeta: Kami Diejek Jelek