alexametrics

Anak yang Alami Kekerasan Bakal Jadi Pelaku Kekerasan

29 Maret 2019, 05:50:14 WIB

JawaPos.com – Viralnya video kekerasan yang dialami oleh seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Malang menuai tanggapan dari berbagai pihak. Terutama dari para psikolog anak. Menurutnya, anak yang mengalami kekerasan bisa menjadi pelaku kekerasan saat dewasa.

Psikolog Universitas Gajayana Malang (Uniga) Nirma Yullidya mengatakan, anak yang mengalami kekerasan pada masa anak-anak, bisa jadi nantinya dia akan melakukan perbuatan yang sama ketika dewasa. “Baik sama secara perlakuan atau bahkan lebih parah lagi. Jadi dia akan menjadi pelaku kekerasan nanti kecenderungannya,” ujarnya, Kamis (28/3).

Menurutnya, hal itu dikarenakan anak tersebut telah mengalami perlakuan tersebut secara langsung. Disadari maupun tidak, nantinya seorang anak akan meniru apa yang dialaminya. 

“Karena dia sudah mendapatkan pengalaman itu. Apalagi pengalamannya langsung dia alami sendiri. Orang dia melihat (kekerasan) saja bisa melakukan atau mencontoh. Apalagi yang dia alami sendiri, itu akan dia otomatis mau tidak mau meniru dan melakukan. Baik disadari maupun tidak disadari,” terangnya. 

Wanita yang juga Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) cabang Malang itu menjelaskan, kekerasan yang dialami anak saat kecil akan berdampak luar biasa. Terutama terkait trauma yang akan dialami. 

“Saya yakin dia trauma dengan perilaku seperti itu. Dengan goncangan dengan wajah ibunya saja dia sudah bisa terbayang. Itu sudah dibayangkan dia berulang kali,” kata dia mengomentari video tersebut. 

Dia menambahkan, bila dilihat di video tersebut, si anak sempat mempertahankan jilbabnya ketika si perempuan mencoba menarik hijabnya. Menurutnya, hal itu menunjukkan bila sebenarnya anak tersebut mendapatkan pola asuh yang cukup baik. 

“Dan yang buat saya sedih banget tadi ketika jilbabnya ditarik. Si anak berusaha keras untuk mempertahankan jilbabnya supaya tidak lepas. Itu saya sampai merinding (lihatnya),” ujarnya.

“Kalau ditarik lepas ya lepas aja. Tapi dia berusaha keras untuk mempertahankan jilbabnya. Berarti sebenarnya pola asuh ke anak ini cukup baik. Dia mampu mempertahankan apa yang dia kenakan. Untuk menjaga agar rambutnya tidak tampak,” lanjutnya. 

Nirma sendiri tidak bisa menilai terkait pola asuh dari perempuan tersebut. Pasalnya, hingga saat ini belum diketahui apakah perempuan tersebut merupakan ibu kandung dari si anak. “Karena belum jelas itu siapa, jadi kita nggak bisa serta merta dalam satu kejadian tertentu membuat judgement gitu ya. Wah itu otoriter ya penuh kekerasan ni di rumahnya. Belum tentu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan oleh viralnya sebuah video di media sosial (medsos) yang memperlihatkan seorang siswi SD yang mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan. Di dalam video tersebut, terlihat seorang anak tengah dipaksa keluar dari mobil berwarna putih oleh seorang perempuan berhijab. Bahkan, sang anak sampai terjatuh ketika berusaha untuk kembali masuk ke dalam mobil. Hingga saat ini, belum diketahui identitas perempuan maupun anak di video tersebut. Asal sekolah anak itu pun masih simpang siur.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Fiska Tanjung



Close Ads
Anak yang Alami Kekerasan Bakal Jadi Pelaku Kekerasan