Karyawati Warung Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Septic Tank

29/03/2018, 13:42 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Petugas kepolisian tengah mengevakuasi jasad Supriatin yang ditemukan di septic tank Warung Makan Rojo Koyo di Jalan Mayor Alianyang, kawasan Jembatan Kapuas II, Sungai Raya, Rabu (28/3). (Ocsya Ade CP/Rakyat Kalbar)
Share this

JawaPos.com - Penemuan mayat dalam septic tank menggegerkan warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Lokasinya di warung makan Rojo Koyo di Jalan Mayor Alianyang, kawasan Jembatan Kapuas II, Rabu (28/3) pukul 07.30 WIB.

"Tadi saya mau menyeberang jembatan, saya lihat ramai orang di rumah makan itu, lalu saya berhenti. Memang ada mayat dalam septic tank. Yang nampak cuma kakinya. Ngeri," ujar Indra, salah satu warga pengendara yang berhenti untuk menyaksikan penemuan mayat ini, sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Setelah dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polresta Pontianak, mayat tersebut diketahui merupakan karyawati warung makan khusus sate dan sop tulang tersebut. Namanya, Supriatin. Perempuan 37 tahun asal Solo, Jawa Tengah (Jateng) ini ikut bekerja di tempat usaha milik pamannya, Suhari, 55, warga Kabupaten Boyolali, Jateng.

Menurut saksi Muryati, korban memang menghilang sejak Sabtu (24/3) malam. Perempuan 47 tahun yang juga kerja di Rumah Makan Rojo Koyo itu menduga rekannya dibunuh. Bukan tanpa alasan, karena saat korban hilang, bersamaan rekan kerja mereka berinisial LAI alias WN juga tak menampakkan diri.

WN merupakan seorang lelaki berusia 22 tahun asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dia ikut bekerja di rumah makan itu baru 20 hari. "Korban ini pasti dibunuh. Karena sejak Sabtu itu si WN juga lari. Tak ada nampak," kata Muryati kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan, korban merupakan rekan kerjanya di rumah makan tak jauh dari Asrama Brimob Polda Kalbar itu. Korban sudah bekerja lebih dari 5 tahun di rumah makan itu. Lebih lama dua tahun darinya. Saat kejadian, dikatakan Muryati, dia dan paman serta bibi korban tidak berada di tempat.

Selain dibunuh dan dimasukkan ke dalam septic tank berdiameter satu meter itu, barang berharga milik korban juga hilang. Diduga dibawa kabur oleh pelaku pembunuhan yang saat ini masih diselidiki kepolisian.

"Barang yang hilang seperti motor, handphone (HP), rokok berslop-slop, dan sejumlah uang. Kita menduga WN yang melakukan semua ini," tuturnya.

Dugaan itu juga diungkapkan Kapolsek Sungai Raya, Kompol H Suanto. Berdasarkan keterangan saksi yang tak lain adalah tetangga di sebelah warung makan itu, dijelaskan Suanto, pada Jumat (23/3) sekitar pukul 23.00 WIB, mereka mendengar suara jeritan perempuan dan suara pukulan serta suara piring pecah yang berasal dari warung sate tersebut.

“Mendengar suara keributan itu, saksi bersama istri dan karyawan langsung menuju depan Warung Makan Rojo Koyo untuk melihat situasi di luar dan ternyata warung tersebut tutup,” ungkap Suanto, Rabu sore.

Lantaran melihat warung tutup, saksi kemudian kembali ke rumahnya dan tak mendengar lagi adanya suara yang mencurigakan itu. Kemudian, Rabu pagi, saksi bersama istrinya mencium bau tak sedap. Mereka pun mencari sumber bau busuk tersebut dan menemukan kaki yang keluar dari tutup septic tank. “Saksi kemudian keluar dan memberitahukan bahwa ada mayat di dalam septic tank kepada pemilik warung,” ujarnya.

Setelah itu, kata Suanto, pihaknya dibantu Polresta Pontianak dan Polda Kalbar melakukan penyelidikan terhadap dugaan pembunuhan itu. Mayat korban yang sudah membengkak itu kemudian dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk diotopsi.

Dugaan semakin kuat bahwa WN yang membunuh korban, kata Suanto, ketika hasil penggeledahan, barang berharga milik korban dan yang ada di dalam warung makan itu turut hilang bersama hilangnya WN.

“Salah satunya sepeda motor jenis Honda Vario tahun 2008 warna biru bernopol AD 6731 RM, hilang. Saksi juga sempat melihat WN menghidupkan dan membawa kabur motor itu,” terang Suanto.

Saat ini, kepolisian sudah memegang identitas pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap korban berdasarkan keterangan dari para saksi. Pelaku tengah diburu tim gabungan Polsek, Polresta, dan Polda.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, pihaknya hanya membekap Polsek Sungai Raya. "Kasus ini ditangani Polsek Sungai Raya," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga masih mendalami terkait dugaan pembunuhan itu. “Barang-barang korban juga ada yang hilang. Kami masih mendalami seseorang yang melarikan diri itu dan menunggu hasil otopsi,” tegasnya.

(fab/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi