alexametrics

Hujan Es Sempat Guyur Sleman Sekitar 10 Menit

29 Januari 2019, 19:06:52 WIB

JawaPos.com- Hujan es sempat mengguyur Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Selasa sore (29/1). Fenomena itu disebabkan karena adanya konvergensi atau pertemuan masa udara yang kuat di wilayah tersebut.

Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Indah Retno Wulan mengatakan, pertemuan masa udara yang kuat itu menyebabkan terbentuknya awan-awan konvektif yang tumbuh vertikal. Kemudian didukung dengan adanya turbulensi.

“Turbulensi itu gerakan udara tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan atau temperatur. Itu yang menyebabkan hujan es,” katanya saat dihubungi JawaPos.com.

Hujan es sempat timbul di wilayah Desa Margokaton, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. “Betul sementara dari info personal memang terjadi di Desa Margokaton,” lanjutnya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogjakarta Djoko Budiyono menambahkan, salah satu penyebab munculnya hujan es adalah aktivitas awan Cumulonimbus (CB). Yakni awan rendah yang pertumbuhannya vertikal menjulang ke atas.

Berbentuk gumpalan seperti bunga kol dan menyerupai huruf T. Awan ini puncaknya sangat tinggi hingga suhu bagian atas awan sudah minus. “Akibatnya bentuk partikel di atasnya adalah kristal kristal es. Kristal es di bagian atas inilah yang bisa turun ke bumi dalam bentuk es,” katanya.

Penyebab jatuhnya es dari awan ini bisa karena adanya turbulensi atau golakan angin yang kuat, atau bisa juga terpental ke bawah pada saat munculnya petir.

“Awan CB ini umumnya terbentuk di periode antara siang dan sore hari. Untuk saat ini wilayah DIJ masih berpotensi terbentuk awan-awan CB, mengingat di wilayah DIJ masih terbentuk pola angin konvergensi atau pertemuan angin,” ucapnya.

Selain hujan es, dampak lain yang bisa ditimbulkan awan CB ini adalah hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, termasuk puting beliung. Meskipun durasi hidupnya bersifat lokal dan pendek ( sekitar 1-2 jam, Red), namun dampak yang ditimbulkan bisa cukup besar. “Diimbau masyarakat untuk mewaspadai bila di daerahnya muncul awan jenis CB ini,” ujarnya.

Selain di Desa Margokaton, juga dirasakan di Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan. Peristiwa hujan es ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. “Tadi saat hujan deras, ada suara seperti kerikil jatuh di genteng,” kata salah seorang warga Margoagung, Andre, 30.

Saat dicek ke luar rumah, ternyata hujan disertai dengan es butiran kecil. Peristiwa hujan es itu dirasakan sekitar 10 menit saja. “Tidak terlalu lama, hanya 10 menitan,” ucapnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Ridho Hidayat

Hujan Es Sempat Guyur Sleman Sekitar 10 Menit