JawaPos Radar

Persentase Penurunan Jumlah Warga Miskin Klungkung Tertinggi Se-Bali

29/01/2018, 10:49 WIB | Editor: Imam Solehudin
Bupati Klungkung
Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta saat meninjau salah satu rumah warga miskin di Desa Lembongan, Klungkung pada Minggu (28/1). (Ist/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung berhasil menurunkan angka kemiskinan.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, persentase penurunan jumlah penduduk miskin di sini, merupakan tertinggi diantara kabupaten/kota di Bali.

Persentase jumlah penduduk miskin di Klungkung menurun dari 6,91 persen atau 12.110 jiwa pada tahun 2015, menjadi 6,29 persen atau 11.147 jiwa pada tahun 2017.

Penurunan angka kemiskinan hingga 0,062 persen atau 963 jiwa ini yang tertinggi di Bali.

“Persentase kemiskinan tidak menurun begitu saja, semuanya butuh proses. Secara bertahap kami dari tahun pertama periode saya, sudah berjalan program bedah desa, program bedah rumah, dan aksi inovatif program Gema Santi lainnya," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengunjungi salah satu warganya di Desa Lembongan pada Minggu (28/1).

Suwirta menambahkan menurunnya angka kemiskinan berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dia mengatakan bahwa ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka secara otomatis berdampak pada pendapatan masyarakat. Imbasnya, angka kemiskinan pun menurun.

"Kami bersyukur pertumbuhan ekonomi Klungkung merupakan yang tertinggi di Bali, bahkan lebih besar dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Angkanya mencapai 6,26 persen sedangkan provinsi Bali 6.24 persen," beber dia.

Suwirta berharap kedepannya, tidak ada lagi penduduk dengan jam kerja rendah. Saat ini, dia mengakui masih ada sekitar 29 persen penduduk usia produktif yang masih bekerja kurang dari 35 jam per minggu.

"Semoga di tahun ini angkanya bisa berubah jadi 1 digit saja," pungkas dia.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Klungkung, I Gede Putu Winastra, menambahkan penduduk miskin di Klungkung tidak semiskin di daerah lain.

“Faktanya adalah kedalaman dan keparahan kemiskinan di Klungkung relatif rendah. Kedalaman kemiskinan pada 2015 sebesar 0,7 persen turun menjadi 0,33 persen pada 2017," kata dia.

"Begitu pula keparahan kemiskinan dari sebelumnya 0,13 persen menjadi 0,04 persen," tutup dia.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up