JawaPos Radar

Kiai Dianiaya, Pendekar NU Tunggu Perintah Ulama

29/01/2018, 00:35 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kiai Dianiaya, Pendekar NU Tunggu Perintah Ulama
Ribuan pendekar mengikarkan diri untuk mengawal para ulama dan kiai dalam menjalankan dakwahnya. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Ribuan pendekar Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa, berkumpul di Lapangan Puser Bumi, Ciperna Kabupaten Cirebon pada Minggu (28/1). Kehadiran mereka untuk berikrar di hadapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menpora Imam Nacrawi, bahwasanya siap mengawal para ulama dan kiai dari ancaman gangguan.

Selain Panglima TNI dan Menpora, ikrar yang disampaikan Ketua Umum PP Pagar Nusa, Nabiel Haroen itu juga disaksikan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Makruf Amin dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Said Aqiel Siraj.

Nabiel Haroen mengungkapkan, ribuan pendekar NU dari seluruh Indonesia berdatangan ke Cirebon. Kedatangan mereka untuk menghadiri kegiatan Ijazah Kubro dan Pengukuhan PP Pagar Nusa masa khidmat 2017-2022. 

Kiai Dianiaya, Pendekar NU Tunggu Perintah Ulama
Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Said Aqiel Siraj, Rais Aam PBNU KH Makruf Amin dan Menpora Imam Nachrani berdoa untuk ulama dan kiai. (Istimewa)

Selain itu, para pendekar tengah bersiap menunggu perintah pada ulama. Sebab beberapa waktu lalu Kiai NU di Cicalengka Bandung Barat mengalami penganiayaan. Kasus itu mengundang keprihatinan para pendekar NU. "Kami tunggu perintah dari para kiai. Kapan pun siap bergerak, tentu saja tetap dalam koridor hukum," kata Nabiel, Minggu (28/1).

Atas ikrar tersebut, Rais Aam PBNU Makruf Amin memberi apresiasi. Menurut dia, ikrar itu membuat para ulama NU jadi lebih tenang melayani umat dan tidak khawatir lagi dengan teror yang muncul. "Sudah semestinya para ulama dan kiai dilindungi karena mereka adalah pewaris para Nabi,” jelas Makruf Amin.

Hal senada juga diungapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Dikatakannya, militansi para pendekar NU dalam ikut mengawal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Tanpa peran para pendekar NU, kecil kemungkinan Indonesia akan merdeka. "Dengan senjata ala kadarnya, kita bisa mengusir penjajah. Ini semua berkat jasa para pendekar NU," pujinya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatangan MoU pengiriman pelatih silat antara Pagar Nusa NU dengan Taiping Su Federation, organisasi Pencak Silat Tunisia.

"Ini menandai kebangkitan silat Indonesia. Nanti pada Agustus, untuk pertama kalinya, silat akan dipertandingkan di Asian Games, dan kita menjadi tuan rumah,” jelas Imam Nahrawi disambut tepuk tangan meriah para pendekar NU.

(iil/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up